RSS

Teori Proses Kreatif

24 Feb

Wallas dalam bukunya “The Art of Thought” menyatakan bahwa proses kreatif meliputi 4 tahap:

  • Tahap Persiapan, mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data/informasi, mempelajari pola berpiir dari orang lain, bertanya pada orang lain.
  • Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya” dalam alam pra sadar.
  • Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat tmbulnya inspirasi atau gagasan baru.
  • Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhadap realitas. Di sini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

Belahan otak kiri dan otak kanan

Otak kanan

Otak yang berfungsi untuk berfikri holistic,special,metaforik dan bisa dibilang dominan ke EQ( emotional quotient ) seperti, hayalan, emosi, music,warna dll. Daya ingat nya bersifat panjang dan menguasai belahan kiri badan. contohnya : orang kidal.

Otak kiri

Otak yang berfungsi untuk berfikir secara rasional, analitis, linier, berurutan,saintifik,serta belajar menghitung,membaca, bahasa  bisa dibilang pengendali IQ.  Daya ingatnya bersifat pendek dan menguasai belahan kanan badan. Contohnya : bersalaman kepada orang menggunakan tangan kanan.

Otak kanan dan otak kiri kita harus berjalan seimbang karena kedua belahan otak tersebut sama pentingnya. Dengan IQ dan EQ yang seimbang maka kemampuan manusia dalam  berfikir dan berkembang akan lebih memberikan kesempatan unutk hidup lebi berguna,berwarna dan penuh dengan kebahagiaan maupun tantangan sehingga tercapai tujuan yang optimal.

Menyeimbangkan cara kerja otak kanan dan kiri berarti membuat kedua belahan otak tersebut berfungsi ketika kita melakukan sesuatu. Dengan cara  memunculkan keadaan yang relaks. Karena dengan keadaan relaks tersebut akan membuat koneksi atau hubungan antara kedua belahan otak menjadi cepat. Contoh lain yaitu, Dalam belajar misalnya, kita dapat berpikir sambil mendengarkan musik yang memang kita sukai. Dengan kita mendengarkan musik yang kita sukai membuat kita merasa senang, relaks sehingga merangsang fungsi belahan otak kanan, dan  akan sangat membantu dalam proses belajar yang menggunakan belahan otak kiri.

Ada cara untuk mengembangkan kreatifitas anak dimana otak kanan nya terhambat. Manusia rata-rata sangat menyukai musik, Musik merupakan ekspresi perasaan manusia, sehingga biasanya manusia menyukai musik karena hal itu seperti merefleksikan perasaannya, dan hal itu membuat manusia menjadi senang, dan nyaman.. Maka dari itu musik  bisa menjadi alternative buat anak-anak yang memiliki keterhambatan nya pada perkembangan otak kanan. Karena dengan musik anak-anak bisa mengekspresikan, mendengarkan, dan melatih otak untuk mengikuti ketukan atau irama yang ad dimusik tersebut.

sumber :

http://leoriset.blogspot.com/2008/06/kreatifitas.html

http://www.google.co.id

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: