RSS

Monthly Archives: September 2010

Kejahatan Cyber

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih kejahatan melalui dunia mayapun menjadi marak adanya. Sementara kita sedang asik mengakses internet di sisilain banyak orang yang mengambil kesempatan untuk melakukan aksinya. Kejahatan di dunia maya ini sering disebut dengan sebutan Cyberstalking.

Cyberstalking merupakan sebuah aksi memata-matai atau menguntit privasi pengguna internet melalui teknologi termasuk komputer, ponsel, kamera dan teknologi lainnya. Jika kita sudah menjadi korban cyberstalking kita bisa mendapatkan tindakan pelecehan, rayuan, pesan vulgar atau mengancam, fitnah atau pesan yang tidak diinginkan yang motifnya beragam seperti balas dendam, marah, sekadar iseng atau ingin mengontrol seseorang.

Anak-anak dan remaja yang belum paham betul baik buruknya sebuah jejaring sosial merupakan “sasaran empuk” bagi cybertalker. Mereka dapat memberikan informasi-informasi penting tentang dirinya kepada orang yang dikenalnya di internet tersebut. Hal ini mempermudah bagi cyberstalker untuk melakukan aksi kejahatannya.

Cyberstalker juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mengawasi aktivitas online korban melalui spyware (yaitu program yang dirancang untuk memata-matai komputer atau ponsel seseorang secara jarak jauh)
  • Melacak lokasi korban menggunakan teknologi GPS
  • Mencegat panggilan ponsel atau SMS korban
  • Mengawasi dan menonton aktivitas korban lewat kamera tersembunyi.

Ada 3 sebab anak-anak dan remaja mudah menjadi korban cybertalking

1. Terlalu mudah memberikan informasi

Anak-anak dan remaja belum mengerti mengenai kejahaan identitas dan isu-isu kejahatan online sehingga mereka bias saja member tahu informasi pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon pribadi, alamat rumah, kegiatan sehari-hari dan dimana mereka bersekolah. Yang mempermudah kegiatan cybertalker.

2. Pengaruh sosial

Anak-anak dan remaja masih memiliki emosi yang tidak stabil dan mudah terpengaruh oleh sekelilingnya. Adanya pengaruh dari teman yang juga belum mengerti tetapi menganggap enteng suatu masalah juga merupakan mangsa bagi cybertalker. Misalnya anak bercerita kepada temannya jika dia memiliki teman baru diinternet dan orang tersebut memiliki paras yang ganteng atau cantik. Lalu orang tersebut menanyakan pertanyaan pribadi dan teman si anak menyarankan anak untuk memberikan informasi tersebut.

3. Kurangnya perhatian

Orang tua atau saudara yang sudah mengerti betul internet memiliki peran yang sangat penting bagi pergaulan anak di internet. Mereka harus menyisihkan waktu untuk berbincang dengan anak mengenai apa yang dilakukannya setiap hari sehingga orang tua tahu persis apa yang dilkukan si anak.

Anak-anak dan remaja bukan satu-satunya yang memiliki resiko kejahatan cyber. Dengan memberikan informasi mengenai keluarga atau teman seperti pekerjaan orang tua, liburan keluarga dan masalah disekolah orang-orang disekelilingnyapun memiliki peluang kejahatan cyber.

narasumber :

http://ictwatch.com/internetsehat/2010/08/30/3-alasan-mengapa-remaja-mudah-terjerat-cyberstalking/

Advertisements
 

Dampak Psikologis Internet

Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lain dari negara yang satu ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.

Sekarang ini internet bebas di akses oleh siapa saja. Seorang anak di bawah umur dan remajapun dapat mengakses internet dengan mudah dirumahnya atau datang ke tempat penyewaan komputer yang memiliki jaringan internet yang kita kenal dengan sebutan warnet. Mereka yang dapat mengakses internet dengan mudah biasanya tidak didampingi oleh orang tua mereka sehingga mereka bisa saja mengakses situs-situs yang tidak baik seperti pornografi.

Penggunaan internet berlebih tanpa adanya pengawasan sangat mempengaruhi perilaku anak di kehidupan sehari-harinya, apalagi sekarang internet tidak hanya dapat diakses melalui komputer tetapi dapat juga melalui ponsel. Hal ini dapat mempengaruhi psikologis anak seperti emosi, hubungan sosial, dan perilakunya.

Seorang anak yang memiliki masalah dengan temannya seringkali menggunakan internet sebagai pelampiasan amarahnya atau pada saat sedang online mereka tersinggung dengan sesuatu lalu tiba-tiba marah dan mengumpat. Hal ini bias terjadi karena di Internet kebanyakan pengguna menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek. Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.

Seseorang yang kecanduan internet biasanya tidak mudah berbaur dengan orang lain. Mereka hanya asik dengan dunianya sendiri di dunia maya dan terisolasi dengan dunia luar karena mereka menganggap dari internet mereka bisa mendapatkan semua informasi padahal itu tidak benar. Mereka dianggap kikuk (kuper) atau sebutan lainnya geek. Mereka juga biasanya dianggap pitar oleh orang-orang disekitarnya padahal itu belum tentu benar. Hanya sedikit orang-orang geek yang benar-benar pintar dan berhasil dalam bidangnya itu seperti Sergey Brin dan Larry Page (google founder), Jon Favreau (penulis pidato  Presiden Obama), Natalie Portman (aktris Hollywood), dan Julia Roberts (aktris Hollywood).

Para geek memiliki perilaku yang sangat pasif dengan sekitarnya. Mereka tidak perduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Mereka hanya berbicara jika ditanya dan jawaban dari pertanyaan itu singkat serta tidak ada komunikasi kembali (bertanya kembali). Sehingga mereka akan menjauh dari orang lain seperti mengambil tempat duduk dipojok belakang di dalam kelas. Dengan kurangnya komunikasi jika ada sesuatu yang menyinggung perasaannya, mereka akan melampiaskan emosinya di internet atau ke makanan yang bias berakibat obesitas.

narasumber :

http://www.sejarah-internet.com/pengertian-internet/

http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2039391-gangguan-mental-psikologis-akibat-internet/

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Efek%20Psikologis%20Facebook%20bagi%20Kesehatan%20Mental&&nomorurut_artikel=309

 

Lebaranku

seperti lebaran yang lalu-lalu aku pergi ke rumah kakek dari ayahku. sekarang ini aku baru sadar kalo lebaran aku tuh beda sama kegiatan lebaran pada umumnya yang setiap lebaran pasti ada opor ayam, ketupat, sambel ati ampla. lebaran aku tuh ga ada yang kaya gitu. yang ada aku tuh makanannya *jeng jejeng jejeng* LONTONG KUPANG dan RUJAK CINGUR  😀

kalo makan lontong kupang hmmm……. yummy 😀  o ya, ada satu lagi yang ini dimakan sama lontog kupang yaitu *jeng jeng jeng* SATE KERANG

tapi kalo makan rujak cingur aku ngga brani makan cingurnya soalnya waktu pertama kali aku makan cingurnya abis itu aku sakit perut…….. hehehehehe

aku kalo makan yang dua itu pasti cuma setahun sekali cuma pas pulanng kampung aja….. hhehehehe  lucu juga kalo di inget-inget

 
Leave a comment

Posted by on September 25, 2010 in day by day :D