RSS

Dampak Psikologis Internet

26 Sep

Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lain dari negara yang satu ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya. Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.

Sekarang ini internet bebas di akses oleh siapa saja. Seorang anak di bawah umur dan remajapun dapat mengakses internet dengan mudah dirumahnya atau datang ke tempat penyewaan komputer yang memiliki jaringan internet yang kita kenal dengan sebutan warnet. Mereka yang dapat mengakses internet dengan mudah biasanya tidak didampingi oleh orang tua mereka sehingga mereka bisa saja mengakses situs-situs yang tidak baik seperti pornografi.

Penggunaan internet berlebih tanpa adanya pengawasan sangat mempengaruhi perilaku anak di kehidupan sehari-harinya, apalagi sekarang internet tidak hanya dapat diakses melalui komputer tetapi dapat juga melalui ponsel. Hal ini dapat mempengaruhi psikologis anak seperti emosi, hubungan sosial, dan perilakunya.

Seorang anak yang memiliki masalah dengan temannya seringkali menggunakan internet sebagai pelampiasan amarahnya atau pada saat sedang online mereka tersinggung dengan sesuatu lalu tiba-tiba marah dan mengumpat. Hal ini bias terjadi karena di Internet kebanyakan pengguna menyembunyikan identitas aslinya, sehingga mereka dengan bebas mengeluarkan isi hati dan kemarahannya tanpa khawatir reputasinya menjadi jelek. Karena pengungkapan perasaan dalam bentuk tulisan sering terlihat datar dan tidak menggambarkan emosi dengan jelas, seperti halnya nada suara, mimik wajah dan bahasa tubuh lainnya di saat tatap muka langsung, sehingga orang cenderung menggunakan kata-kata yang tajam, kasar dan keras untuk mewakili sebuah perasaan tertentu.

Seseorang yang kecanduan internet biasanya tidak mudah berbaur dengan orang lain. Mereka hanya asik dengan dunianya sendiri di dunia maya dan terisolasi dengan dunia luar karena mereka menganggap dari internet mereka bisa mendapatkan semua informasi padahal itu tidak benar. Mereka dianggap kikuk (kuper) atau sebutan lainnya geek. Mereka juga biasanya dianggap pitar oleh orang-orang disekitarnya padahal itu belum tentu benar. Hanya sedikit orang-orang geek yang benar-benar pintar dan berhasil dalam bidangnya itu seperti Sergey Brin dan Larry Page (google founder), Jon Favreau (penulis pidato  Presiden Obama), Natalie Portman (aktris Hollywood), dan Julia Roberts (aktris Hollywood).

Para geek memiliki perilaku yang sangat pasif dengan sekitarnya. Mereka tidak perduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Mereka hanya berbicara jika ditanya dan jawaban dari pertanyaan itu singkat serta tidak ada komunikasi kembali (bertanya kembali). Sehingga mereka akan menjauh dari orang lain seperti mengambil tempat duduk dipojok belakang di dalam kelas. Dengan kurangnya komunikasi jika ada sesuatu yang menyinggung perasaannya, mereka akan melampiaskan emosinya di internet atau ke makanan yang bias berakibat obesitas.

narasumber :

http://www.sejarah-internet.com/pengertian-internet/

http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2039391-gangguan-mental-psikologis-akibat-internet/

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Efek%20Psikologis%20Facebook%20bagi%20Kesehatan%20Mental&&nomorurut_artikel=309

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: