RSS

Kejahatan Cyber

26 Sep

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih kejahatan melalui dunia mayapun menjadi marak adanya. Sementara kita sedang asik mengakses internet di sisilain banyak orang yang mengambil kesempatan untuk melakukan aksinya. Kejahatan di dunia maya ini sering disebut dengan sebutan Cyberstalking.

Cyberstalking merupakan sebuah aksi memata-matai atau menguntit privasi pengguna internet melalui teknologi termasuk komputer, ponsel, kamera dan teknologi lainnya. Jika kita sudah menjadi korban cyberstalking kita bisa mendapatkan tindakan pelecehan, rayuan, pesan vulgar atau mengancam, fitnah atau pesan yang tidak diinginkan yang motifnya beragam seperti balas dendam, marah, sekadar iseng atau ingin mengontrol seseorang.

Anak-anak dan remaja yang belum paham betul baik buruknya sebuah jejaring sosial merupakan “sasaran empuk” bagi cybertalker. Mereka dapat memberikan informasi-informasi penting tentang dirinya kepada orang yang dikenalnya di internet tersebut. Hal ini mempermudah bagi cyberstalker untuk melakukan aksi kejahatannya.

Cyberstalker juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Mengawasi aktivitas online korban melalui spyware (yaitu program yang dirancang untuk memata-matai komputer atau ponsel seseorang secara jarak jauh)
  • Melacak lokasi korban menggunakan teknologi GPS
  • Mencegat panggilan ponsel atau SMS korban
  • Mengawasi dan menonton aktivitas korban lewat kamera tersembunyi.

Ada 3 sebab anak-anak dan remaja mudah menjadi korban cybertalking

1. Terlalu mudah memberikan informasi

Anak-anak dan remaja belum mengerti mengenai kejahaan identitas dan isu-isu kejahatan online sehingga mereka bias saja member tahu informasi pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon pribadi, alamat rumah, kegiatan sehari-hari dan dimana mereka bersekolah. Yang mempermudah kegiatan cybertalker.

2. Pengaruh sosial

Anak-anak dan remaja masih memiliki emosi yang tidak stabil dan mudah terpengaruh oleh sekelilingnya. Adanya pengaruh dari teman yang juga belum mengerti tetapi menganggap enteng suatu masalah juga merupakan mangsa bagi cybertalker. Misalnya anak bercerita kepada temannya jika dia memiliki teman baru diinternet dan orang tersebut memiliki paras yang ganteng atau cantik. Lalu orang tersebut menanyakan pertanyaan pribadi dan teman si anak menyarankan anak untuk memberikan informasi tersebut.

3. Kurangnya perhatian

Orang tua atau saudara yang sudah mengerti betul internet memiliki peran yang sangat penting bagi pergaulan anak di internet. Mereka harus menyisihkan waktu untuk berbincang dengan anak mengenai apa yang dilakukannya setiap hari sehingga orang tua tahu persis apa yang dilkukan si anak.

Anak-anak dan remaja bukan satu-satunya yang memiliki resiko kejahatan cyber. Dengan memberikan informasi mengenai keluarga atau teman seperti pekerjaan orang tua, liburan keluarga dan masalah disekolah orang-orang disekelilingnyapun memiliki peluang kejahatan cyber.

narasumber :

http://ictwatch.com/internetsehat/2010/08/30/3-alasan-mengapa-remaja-mudah-terjerat-cyberstalking/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: