RSS

Monthly Archives: November 2010

Wirausahawan

BAB I

Pengantar

Dalam menghadapi masalah pengangguran yang terjadi salah satu solusi yang sangat efektif adalah munculnya wirausahawan atau dapat disebut juga dengan entrepreneur. Wirausahawan atau entrepreneur dapat bergerak dalam bidang apa saja. Seorang wirausahawan yang membangun suatu usaha kecil dapat mengurangi 5-10 orang pengangguran. Bayangkan jika banyak seorang lulusan universitas yang berotensi menjadi entrepreneur membuat sebuat usaha sendiri maka lama-kelamaan jumlah pengangguran akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Seorang entrepreneur juga harus memiliki pengertian atau pendalaman apa saja yang akan dialami dan apa yang harus dilakukan dalam dunia usahanya. Mereka harus mengetahui apa solusi dari masalah yang mereka hadapi. dan sebab akibat dari setiap keputusan yang mereka ambil.

BAB II

Dasar Teori

Motivasi adalah kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan atau influs. Motivasi seseorang tergantung kapada kekuatan motifnya. Motif dengan kekuatannya yang sangat besarlah yang akan menentukan perilaku sesorang. Motif yang kuat ini seringkali berkurang apabila telah mencapai kepuasan ataupun karena menemui kegagalan. Jadi, kekuatan motif ini dapat berubah karena :

  1. Terpuaskannya kebutuhan; Bila kebutuhan telah terpuaskan maka motif akan berkurang, dan beralih kepada kebutuhan lain dan seterusnya.
  2. Karena adanya hambatan, maka orang mencoba mengalihkan motifnya ke arah lain.
    Adanya frustasi memberikan beberapa kemungkinan terhadap kekeuatan motif. Pertama bisa menmbuhkan patah semangat, dan tidak mau mencoba lagi. Akibatnya produktivitas atau prestasi kerja dari karyawan akan menurun. Namun adapula karyawan yang karena frustasi memberikan balikan yang sangat positif lalu dia mencoba lagi sekuat tenaga. Hanya jika dia mengalami frustasi lagi maka akibatnya menjadi fatal. Mereka dapat melakukan tindakan destruktif, demontrasi, menyerang pimpinan, merusak kantor dan sebagainya.
  • Teori Motivasi Hawthorne

Pada tahun 1924, ahli efisiensi Elton Mayon mengadakan penelitian di Hawthorne Illinois, Western Electric Coy mengenai pengaruh lampu penerangan terhadap produktivitas karyawan. Penelitian ini mencoba menemukan kombinasi yang terbaik untuk mengacu produktivitas maksimum dari karyawan melalui barbagai macam percobaan, antara lain dengan merubah jam kerja, makan siang, metode kerja, dan sebagainya. Elton Mayo menduga bahwa produktivitas akan meningkat dengan peningkatan penerangan. Dia mengambil dua kelompok, satu kelompok eksperimen dan kelompok kontol. Kedua kelompok disamakan fasilitasnya kecuali penerangan. Ketika penerangan ditinggkatkan pada kelompok eksperimen, output meningkat sesuai dengan yang diramalkan. Sesatu yang diluar dugaan, output kelompok kontrol juga meningkat tanpa diberi penerangan.

Setelah diteliti penyebab produksi meningkat, ternyata bukan karena aspek yang dieksperimenkan, melainkan karena, “ aspek-aspek manusia”. Mereka merasa diperlakukan seperti orang penting pada bagian perusahaan itu. Mereka dapat berhubungan satu sama lainnya, dan tidak lagi merasa terisolasi, perasaan berafiliasi, kompeten dan berprestasi mulai bertunas di dalam hati mereka. Mereka bebas bicara tentang apa yang mereka anggap penting.

Penelitian oleh Elton Mayo pada perusahaan General Electric kawasan Hawthorn di Chicago, memilki dampak pada motivasi kelompok kerja dan sikap karyawan dalam bekerja. Kontribusi hasil penelitian tersebut bagi perkembangan teori motivasi adalah :

  1. Kebutuhan dihargai sebagai manusia ternyata lebih penting dalam meningkatkan motivasi dan produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan kondisi fiisik lingkungan kerja.
  2. Sikap karyawan dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi baik di dalam maupun di luar lingkungan tempat kerja.
  3. Kelompok informal di lingkungan kerja berperan penting dalam membentuk kebiasaan dan sikap para karyawan.
  4. Kerjasama kelompok tidak terjadi begitu saja, tetapi harus direncanakan dan dikembangkan.
  • Teori X dan Teori Y (Douglas Mc. Gregor)

Teori X mengasumsikan bahwa kebanyak orang lebih suka dipimpin tidak punya tanggng jawab dan ingin selamat saja, ia dimotivasi oleh uang, keuntungan dan ancaman hukuman. Manajer yang menganut teori X akan menganut sistem pengawasan dan disiplin yang ketat terhadap para pekerja.

Sedangkan teori Y mengasumsikan bahwa oarang itu malas bukan karena ketat atau pembawaan sejak lahir. Semua orang sebenarnya bersifat kreatif, yang harus dibangkitkan atau dirangsang oleh pemimipin. Teori X menyatakan bahwa sebagian besar orang-orang ini lebih suka diperintah, dan tidak tertarik akan rasa tanggung jawab serta menginginkan keamanan atas segalanya. Lebih lanjut menurut asumís teori X dari McGregor ini bahwa orang-orang ini pada hakekatnya adalah :

  1. Tidak menyukai bekerja
  2. Tidak menyukai kemauan dan ambisi untuk bertanggung jawab, dan lebih menyukai diarahkan atau diperintah
  3. Mempunyai kemampuan yang kecil untuk berkreasi mengatasi masalah-masalah organisasi.
  4. Hanya membutuhkan motivasi fisiologis dan keamanan saja.
  5. Harus diawasi secara ketat dan sering dipaksa untuk mncapai tujuan organisasi.

Untuk menyadari kelemahan dari asumí teori X itu maka McGregor memberikan alternatif teori lain yang dinamakan teori Y. asumís teori Y ini menyatakan bahwa orang-orang pada hakekatnya tidak malas dan dapat dipercaya, tidak seperti yang diduga oleh teori X. Secara keseluruhan asumís teori Y mengenai manusia hádala sebagai berikut:

  1. Pekerjaan itu pada hakekatnya seperti bermain dapat memberikan kepuasan lepada orang. Keduanya bekerja dan bermain merupakan aktiva-aktiva fisik dan mental. Sehingga di antara keduanya tidak ada perbedaan, jira keadaan sama-sama menyenangka.
  2. Manusia dapat mengawasi diri sendiri, dan hal itu tidak bisa dihindari dalam rangka mencapai tujuan-tujuan organisasi.
  3. Kemampuan untuk berkreativitas di dalam memecahkan persoalan-persoalan organisasi secara luas didistribusikan kepada seluruh karyawan.
  4. Motivasi tidak saja berlaku pada kebutuhan-kebutuhan social, penghargaan dan aktualisasi diri tetapi juga pada tingkat kebutuhan-kebutuhan fisiologi dan keamanan.
  5. Orang-orang dapat mengendalikan diri dan kreatif dalam bekerja jira dimotivasi secara tepat.

Dengan memahami asumís dasar teori Y ini, McGregor menyatakan selanjutnya bahwa merupakan tugas yang penting bagi menajemen untuk melepaskan tali pengendali dengan memberikan desempatan mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing individu. Motivasi yang sesuai bagi orang-orang untuk mencapai tujuannya sendiri sebaik mungkin, dengan memberikan pengarahan usaha-usaha mereka untuk mencapai tujuan organisasi.

Kedua teori ini jangan disimpulkan bahwa teori X jelek dan teori Y baik. Teori X dan Y hanya memberikan kira-kira arah atau kecendrungan orang.

BAB III

Pembahasan

A. Pengertian

Entrepreneur, dalam bahasa Indonesia disebut wirausahawan, adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) mendefinisikan wirausahawan sebagai “orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya. Sedangkan Louis Jacques Filion menggambarkan wirausahawan sebagai orang yang imajinatif, yang ditandai dengan kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaran-sasaran itu. Ia juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluang-peluang dan membuat keputusan..

Persamaannya dari pengertian – pengertian tersebut yaitu wirausahawan memiliki dan mampu berpikir kreatif-imajinatif, melihat peluang dan membuat bisnis baru. Seorang wirausahawan adalah seorang manajer, tetapi melakukan kegiatan tambahan yang tidak dilakukan semua manajer. Manajer bekerja dalam hierarki manajemen yang lebih formal, dengan kewenangan dan tanggung jawab yang didefinisikan secara jelas sedangkan pengusaha menggunakan jaringan daripada dari kewenangan formal. Wirausahawan menciptakan sebuah bisnis baru dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang signifikan dan sumber daya yang diperlukan.

 

B. Cirri-ciri

Terdapat lima ciri-ciri seorang entrepreneur adalah sebagai berikut.

1. Berani mengambil resiko

Artinya berani memulai sesuatu yang serba tidak pasti dan penuh resiko. Dalam hal ini, tentu tidak semua resiko diambil, melainkan hanya eiko yang telah diperhitungkan seara cermat.

2. Menyukai tantangan

Segala sesuatu dilihat sebagai tantangan, bukan masalah. Perubahan yang terus terjadi dan zaman yang serba edan menjai menjadi motivasi kemajuan, bukan menciutkan nyali seorang entrepreneur unggulan. Dengan demikian, seorang enterpreur akan terus memacu dirinya untuk maju, mengatasi segala hambatan.

3. Punya daya tahan tinggi

Seorang entrepreneur harus banyak akal dan tidak mudah putus asa. Ia harus selalu mampu bangkit dari kegagalan dan tekun.

4. Punya visi jauh ke depan

Segala yang dilakukannya punya tujuan jangka panjang meski dimulai dengan langkah yang amat kecil. Ia punya target untuk jangka waktu tertentu.

5. Selalu memberikan yang terbaik

Entrepreneur akan mengerahkan semua potensi yang dimilikinya. Jika hal itu dirasa kurang, ia akan merekrut orang- orang yang lebih kompeten agar dapat membarikan yang terbaik kepada pelanggannya.

 

C. Mitos

Mitos- mitos tentang wirausahawan katanya wirausahawan adalah pelaku, bukan pemikir. Seringkali mereka adalah orang yang sangat metodis sehingga merencanakan tindakan mereka dengan hati-hati.  Mereka dilahirkan, tidak diciptakan. Hari ini, pengakuan EAS Adiscipline membantu untuk menghilangkan mitos ini. Seperti semua disiplin ilmu, wirausahawan memiliki model, proses, dan kasus yang memungkinkan topik untuk dipelajari.

  • Mereka adalah penemu, misalnya Ray Kroc, bukan ia yang menemukan waralaba makanan, tetapi ide-ide inovatifnya membuat McDonalds terbesar ke seluruh dunia.
  • Mereka adalah orang aneh akademik dan sosial, keyakinan bahwa pengusaha adalah akademisi dan sosialisi yang tidak berhasil akibat dari beberapa pemilik usaha yang memulai perusahaan yang sukses setelah putus sekolah atau berhenti bekerja tapi tidak lagi dipandang demikian, saat ini dipandang sebagai seorang profesional.
  • Orientasi wirausahawan adalah uang, uang adalah sumber daya tetapi tidak pernah menjadi tujuan akhir.
  • Semua membutuhkan keberuntungan, benar bila keberuntungan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat akan selalu menghasilkan keuntungan. Tapi keberuntungan terjadi ketika persiapan bertemu kesempatan.
  • Wirausahawan adalah pengambil risiko yang ekstrim (penjudi), sebaliknya bekerja dengan resiko yang diperhitungkan. Wirausahawan bekerja paling sukses keras lewat perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan risiko yang terlibat dalam rangka untuk lebih mengontrol nasib visi mereka.

D. Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan

Ada beberapa kelebihan entrepreneurship menurut (Zimmerer, Scarborough, 2008) adalah sebagai berikut :

1. Peluang mengendalikan nasib sendiri

Memiliki suatu bisnis memberikan kebebasan dan peluang pada entrepreneur untuk mencapai sasaran yang penting baginya. Para entrepreneur ingin menjadi “pemberi aba-aba” dalam hidup mereka, dan menggunakan bisnisnya untuk mewujudkan keinginannya dalam hidup. Mereka meraih kepuasan pribadi dengan menyadari bahwa mereka sendirilah daya dorong di balik bisnis mereka.

2. Kesempatan untuk melakukan perubahan

Semakin banyak entrepreneur yang memulai bisnis karena mereka melihat kesempatan untuk membuat perubahan yang menurut mereka penting, misalnya mengatasi pengangguran di Indonesia. Para entrepreneur kini menemukan cara untuk mengkombinasikan keprihatinan mereka terhadap masalah-masalah sosial dengan untuk menjalani kehidupannya yang lebih baik.

3. Peluang untu menggunakan potensi sepenuhnya

Terlalu banyak orang yang merasakan bahwa pekerjaan mereka membosankan, tidak menantang, dan tidak menarik. Kebanyakan entrepreneur tidak banyak perbedaan antara kerja dan bermain game; keduanya sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki para entrepreneur merupakan alat untuk aktualisasi diri. Tim McDonald, yang pada usia 31 telah mendirikan beberapa perusahaan, menjelaskan, “Saya ingin berada dalam situasi dimana pertumbuhan Anda hanya dibatasi oleh bakat dan kekuatan Anda sendiri dan itu berarti situasi kewirausahaan.

4. Peluang untuk meraih keuntungan tanpa batas

Meskipun uang bukan daya dorong utama bagi entrepreneur, keuntungan dari bisnis mereka penting sebagai faktor motivasi dalam memutuskan pendirian bisnis.

5. Peluang melakukan sesuatu yang anda sukai

Yang umum dirasakan para pemilik bisnis kecil adalah bahwa kegiatan kerjamereka sesunguhnya bukanlah kerja. Kebanyakan entrepreneur yang berhasil memilih masuk dalam bisnis tertentu, sebab mereka tertarik dan menyukai pekerjaan tersebut. Mereka membuat kegemaran mereka menjadi pekerjaan mereka dan mereka senang bahwa mereka melakukannya.

Kekurangan

Meskipun pemilik bisnis mendapatkan banyak keuntungan dan memperoleh banyak peluang, siapapun yangberencana memasuki dunia entrepreneurship harus menyadari adanya potensi kelemahan.

1. Pendapatan yang tidak pasti

Membuka dan menjalani sebuah bisnis baru tidak langsung memberi jaminan bahwa entrepreneur yang menghasilkan cukup uang untuk hidup. Beberapa perusahaan kecil sangat sulit memperoleh cukup pendapatan agar dapat membayar pemilik-managernya secara layak. Dalam awal usaha, pemilik sering menghadapi masalah kewajiban keuangan dan hidup dari tabungan. Belum lagi, pemilik usaha adalah orang terakhir yang menerima gaji. Jadi, dengan menjadi entrepreneurship semata-mata karena uang, dijamin anda akan gagal.

2. Resiko kehilangan seluruh investasi

Tingkat kegagalan bisnis relatif tinggi. Menurut penelitian, 24% bisnis baru gagal dalam waktu 2 tahun, dan 51% tutup dalam waktu 4 tahun. Setelah 6 tahun, 63% bisnis baru akan gulung tikar. Penelitian juga menunjukkan bila sebuah perusahaan menciptakan paling tidak satu pekerjaan di awal tahun, mungkin kegagalan setelah 6 tahun merosot menjadi 35%.

3. Kerja lama dan kerja keras

Memulai bisnis sering menjadi suatu jadwal mimpi buruk. Enam atau tujuh jam tanpa uang lembur di hari libur merupakan hal yang biasa. Sering terjadi bila bisnis tutup maka pelanggan akan pergi ke tempat lain. “Meskipun bisnis itu milik anda sendiri, Anda tetap bekerja untuk orang lain yaitu pelanggan dan klien Anda”, kata Jill Stenn, mitra pendiri bisnis perencanaan tata ruang.

4. Mutu hidup yang lebih rendah sampai bisnis mapan

Kerja panjang dan kerja keras yang diperlukan untuk mendirikan isnis akan menyita waktu istirahat dan seringkali waktu bersama keluarga dari si entrepreneur. Karena itu sangat bagus untuk memulai bisnis sejak muda sebelum bekeluarga.

5. Ketegangan mental yang tinggi

Memulai dan mengelola suatu bisnis merupakan pengalaman yang luar biasa, tetapi juga dapat merupakan suatu ketegangan mental yang tinggi. Entrepreneur sering menanamkan modal yang besar dalam perusahaan di luar keamanan dan kemampuan keuangannya serta menggadaikan segala sesuatu yang dimiliki untuk usahanya. Kegagalan berarti kehancuran kuangan, dan itu menciptakan tingkat ketegangan dan kekawatiran yang tinggi.

6. Tanggung jawab penuh

Memang hebat menjadi bos sendiri, tetapi banyak entrepreneur harus membuat keputusan untuk hal-hal yang tidak benar-benar dikuasainya. Bila tidak ada seorang pun tempat bertanya, ketegangan dapat terbentuk dengan cepat. Menyadari bahwa keputusan yang diambil adalah penyebab keberhasilan atau kegagalan akan mengakibatkan dampak yang merusak pada beberapa orang. Pemilik bisnis kecil dengan cepat menyadari bahwa mereka sendirilah bisnisnya.

E. Atribut

Ada beberapa atribut dalam kewirausahaan

1. Innovativeness

“Inovasi selalu membawa perkembangan dan perubahan ekonomi, demikian dikatakan oleh Joseph Schumpeter. Teori Schumpeter merangsang seseorang untuk berinovasi. Inovasi yang dimaksud bukanlah suatu temuan yang luar biasa, tetapi suatu temuan yang menyebabkan berdayagunanya sumber ekonomi kearah yang lebih produktif. Seorang wirausahawan, sebagai innovator harus merasakan gerakan ekonomi tersebut selalu diantisipasinya dengan penggunaan inovasi”. (Muhammad, 1992, p.138) dalam (Alma, 2007, p.55)

2. Risk taking

Banyak arti mengenai resiko ini, namun pada dasarnya bahwa resiko merupakan sesuatu, dalam hal ini yang akan diterima atau ditanggung oleh seseorang sebagai konsekuensi atau akibat dari suatu tindakan

Berikut ini diberikan beberapa arti lain dari resiko

  1. Resiko adalah kesempatan timbulnya kerugian
  2. Resiko adalah kemungkinan timbulnya kerugian
  3. Resiko adalah ketidakpastian
  4. Resiko adalah penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan
  5. Resiko adalah suatu hasil yang berbeda dari hasil yang diharapkan

Dengan adanya resiko ini, maka akibat yang mungkin akan ditimbulkan antara lain sebagai berikut :

  1. Timbul kerugian, artinya bahwa dengan resiko, maka hasil positif yang akan diperoleh atau diharapkan nantinya, dalam hal keuntungan akan berkurang dari semestinya
  2. Adanya ketidakpastian, artinya bahwa dengan adanya resiko, maka tidakmungkin lagi dapat dipastikan hasil yang positif yang mungkin akan diterima, karena resiko tidak bisa dihitung secara pasti.

3. Proactiveness

“Proactiveness adalah suatu upaya untuk memfokuskan diri di dalam lingkungan pengaruh. Lingkungan pengaruh mengajarka seseorang untuk mengerjakan hal-hal yang terhadapnya mereka dapat berbuat sesuatu. Sifat dari kekuatan mereka adalah positif, meluaskan, dan memperbesar, yang menyebabkan lingkungan pengaruh mereka meningkat”. (Covey, 1994, p.73)

“Proactiveness adalah mengembangkan kebiasaan yang pertama dan paling mendasar dari manusia yang sangat efektif dalam lingkungan apapun”. (Covey, 1994, p.60)

4. Competitive Aggresiveness

Competitive Aggressiveness diartikan bagaimana mereaksikan kecenderungan kompeteif dan permintaan yang telah ada pada pasar (Lumpkin dan Dess, 2001). Competitive Aggressiveness adalah penelitian sederhana kompetisi model oligopolistic, dimana salah satu dari dua firma menyediakan dua pasar yang saling berkoneksi, satu yansg lain tawanan bertanding. Firma hanya diasumsikan untuk memaksimalkan beruntung tunduk ke pada dua batasan, satu terkait dengan daya saing, yang lain untuk memasarkan. Competitive Aggressiveness dari masing-masing firma diukur oleh harga tersembunyi yang relative dari batasan terdahulu, keudian diambil sebagai satu parameter untuk menandai setelan dai equilibria.

5. Autonomy

Pekerja mempunyai kebijakan dalam mengambil keputusan tentang cara kerja mereka yang mereka yakini paling efektif. Perusaan sebaiknya mengijinkan karyawan untuk membuat keputusan tentang proses kerja mereka dn sebaiknya menghindari kesalahan.

BAB IV

Penutup

4.1.Kesimpulan

Wirausahawan atau entrepreneur merupakan seseorang yang penting dalam pengembangan di dunia usaha dan juga sebagai lahan untuk mengurangi penganguran. Dalam hal pengelolaan usahanya, usaha yang didirikan oleh entrepreuner hampir sama dengan  pengelolaan perusaan besar lainnya. Walaupun terlihat mudah dalam menjadi wirausahawan dengan menjadi pemilik dari perusaan, tetapi hal-hal yang dilakukan dalam menjalani usahanya pasti ada keuntungan dan kerugian yang tidak sedikit. Jika para wirausahawan tidak dapat mengelola usahanya dengan baik maka usaha yang didirikannya pun akan cepat ‘jatuh’.

4.2 Daftar pustaka

Cha. 2010. TEORI ENTREPRENEUR. http://cha-mujahidjambi.blogspot.com/2010/11/teori-entrepreneur.html

http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=0&submit.y=0&submit=prev&page=15&qual=high&submitval=prev&fname=/jiunkpe/s1/eman/2009/jiunkpe-ns-s1-2009-31404189-11855-atribut-chapter2.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/Wirausahawan

Advertisements
 

Motivasi Biologis

BAB I

Pendahuluan

Puji syukur kehadirat kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Psikologi dan Teknologi Internet yang berjudul “ MOTIVASI ” .

Saya menyadari bahwa dalam proses pembuatan dan hasil yang di dapat dari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, saya dengan rendah hati dan tangan terbuka menerima masukan, saran, dan usulan guna penyempurnaan makalah ini.

Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

BAB II

Dasar Teori

Motivasi didefinisikan oleh MC. Donald (dalam Hamalik, 1992) sebagai suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi yaitu:

1.      Motif dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, misalnya adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar.

2.      Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal), misalnya karena amin tertarik dengan tema diskusi yang sedang diikuti, maka dia akan bertanya.

3.      Motif ditandai oleh reaksi-rekasi untuk mencapai tujuan.

Menurut Terry (dalam Moekjizat, 1984) motivasi adalah keinginan didalam diri individu yang mendorong individu untuk bertindak.

Disisi lain menurut Chung dan Meggison motivasi adalah perilaku yang ditujukan kepada sasaran, motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan. Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan pekerja dan fermormasi pekerjaan.

Sedangkan menurut Heidjrachman dan Suad Husnan adalah proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang diinginkan.

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan, motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak dan berpengaruh terhadap cara bertindak seseorang. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri.

Motivasi terbagi atas beberapa bagian yaitu:

1.      Motivasi Biologis

2.      Motivasi Berprestasi

3.      Motivasi Berkuasa

4.      Motivasi Agresi

5.      Motivasi Aktualisasi diri

Dalam makalah ini saya akan menuliskan lebih dalam mengenai Motivasi biologis.

BAB III

Pembahasan

Motivasi Biologis

Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. Ada begitu banyak motif diantaranya lapar, haus, dan keinginan untuk seks.

1.      Pencetus motif biologis

Banyak motif biologis adalah dicetuskan sebagiandatang dari kondisi keseimbangan fisiologis dari tubuh. Tubuh cenderung mempertahankan suatu keadaan ekuilibrium atau seimbang yang disebut homeostatis dalam banyak sekali proses internal dari tubuh. Keseimbangan itu penting bagi tubuh. Temperatur tubuh tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah, aliran darah tidak boleh terlalu bersifat alkali atau terlalu asam, selalu harus cukup air dalam jaringan tubuh, dan sebagainya.

Mekanisme fisiologis otomatis yang mempertahankan keseimbangan ditambahi oleh perilaku yang dimotivasi. Contoh, menurunnya temperatur mengarahkan ke perilaku yang dimotivasi misalnya, memakai sweater, menyalakan pemanas udara, menutup pintu, dan sebagainya. Ketika tubuh kekurangan zat-zat tertentu, misalnya makanan dan air, proses fisiologis yang otomatis bekerja untuk mengawetkan substansi-substansi yang kurang itu, tetapi cepat atau lambat air dan makanan harus diperoleh dari luar. Disini kehilangan keseimbangan menciptakan keadaan terdorong (drive state) yang mendorong seseorang atau binatang mencari makanan dan air. Jadi keadaan motif biologis ditimbulkan, secara luas, oleh hilangnya keseimbangan, dan perilaku yang dimotivasi didorong oleh homeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang.

2.      Motivasi lapar

Untuk bertahan hidup makhluk hidup membutuhkan makanan. Proses biologis yang menopang hidup memperoleh energi mereka dan substansi kimia dari makanan. Jadi, dapat dimengerti, bahwa lapar adalah motif dasar primer yang diperlukan untuk hidup. (Hal yang sarna juga terjadi pada dorongan biologis lain, seperti haus dan regulasi temperatur).

a.       Mengaktifkan Motivasi Lapar

Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan mengarah ke kesimpulan bahwa sumber motiyasi lapar adalah kontrak otot perot. Ketika perot kosong, kontraksi terjadi, dan diindera; kontraksi yang diindera dikatakan menjadi signal untuk perasaan lapar. Tetapi riset terbaro telah menunjukkan bahwa orang mencatat perasaan normal terhadap lapar, meski ketika, secara medis, syaraf dari perot telah dipotong atau perot benar-benar telah dipindah. Karena itu kita haros melihat hallain dari kondisi tubuh yang memunculkan motivasi lapar dan motivasi untuk makan.

Glukosa atau “gula-darah” sekarang dipercaya sebagai substansi penting yang terlibat dalam munculnya motivasi lapar dan mencari makanan. Telah lama diketahui bahwa pemberian injeksi hormon insulin, dengan tingkatan yang lebih rendah dari sirkulasi gula darah, akan menyebabkan lapar dan makan. Observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa sinyal glukosa untuk lapar lebih dipacu oleh tingkat dimana glukosa telah dipakai oleh tubuh daripada oleh tingkatan absolut dalam darah (Mayer dalam Morgan dkk., 1986). Tentu saja, glukosa, bukan satu-satunya bahan bakar tubuh. Yang lain adalah free fatty acids dari the breakdown of fat stores dan keynotes dari metabolismefreefatty acids. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh faktor-faktor internal saja. Tanda-tanda dan bau makanan yang lezat dapat mengarahkan ke makan meskipun keadaan kebutuhan internal (internal need) tidak ada. Dan tentu saja kita telah belajar makan pada waktu-waktu tertentu saja bukan pada waktu yang lain.

b.      Penghentian Makan (Kenyang)

Pemulihan tingkatan dari makanan setelah makan beberapa jam. Tetapi, tentu saja, kita berhenti makan jauh sebelum pemulihan ini terjadi. Sehingga tubuh harus mempunyai beberapa cara mengurangi motivasi makan dan berhenti makan adalah bebas dari faktor aktivasi. Eksperimen telah menunjukkan bahwa perut terdiri dari reseptor-reseptor nutrisi yang memberi rasa kenyang, yaitu suatu tanda untuk berhenti makan (Deutcsh dalam Morgan, dkk. 1986). Tanda kennyang yang lain mungkin diberikan oleh hormon yang disebut cholecystokinin (CKK). Hormon ini, yang terlibat dalam breakdown offats, muncul seketika ketika makanan mencapai bagian dari usus di bawah perut. Injeksi CCK ke tikus yang dilaparkan yang menyebabkan dia makan menyebabkan tikus-tikus ini berhenti makan dan mulai grooming (seperti menggaruk-garuk gatal untuk mengambil kutu) dan perilaku lain sebagai bagian dari tikus yang kenyang (Smith & Gibbs dalam Morgan, dkk. 1986). Tetapi peran CCK sebagai hormone yang mengenyangkan telah dipertanyakan. Salah satu alasannya adalah bahwa jumlah dari CKK dalam injeksi melebihi keadaan normal yang diperlukan untuk kenyang (Deutch dalam Morgan, dkk. 1986); masalah lain adalah jumlah relatif dari CCK dalam injeksi membuat binatang merasa sakit dan karena itu menyebabkan kurang nafsu makan (Deutch & Hardy dalam Morgan, dkk. 1986).

c.       Otak dan Motivasi Lapar

Hyphothalamus telah lama dipetimbangkan sebagai pengatur penting dari motivasi lapar. Pekerjaan klasik di tahun 1940-an dan 1950-an (Hetherington & Ranson, Anand & Brobeck dalam Morgan, dkk. 1986) menekankan sumbangan dua wilayah hyphothalamus (VHM). Lateral Hypothalamus dipertimbangkan meniadi suatu wilayah munculnya motivasi lapar sedangkan Ventromedial Hypothalamus dikatakan terlibat dalam menghentikan makan yaitu rasa kenyang.

Berdasarkan sebuah percobaan pada binatang yang dirusak hipotalamusnya, menghasilkan data bahwa Binatang yang mengalami kerusakan di hipothalamus lateral tidak akan makan atau minum dan secara perlahan-lahan mati karena kelaparan kecuali diberi perawatan khusus (Taitelbaum, Anand & Brobek dalam Morgan, dkk. 1986). Ketika kerusakan dilakukan di daerah ventromedial (VHM), binatang mengembangkan nafsu makan yang rakus, mengkonsumsi jumlah makanan yang besar dan mengalami kegernukan dengan cepat. (Tetapi kerusakan pada VHM tidak selalu menyebabkan kegemukan).

3.      Motivasi haus

Faktor-faktor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. Kita minum untuk membasahi mulut yang kering atau rasa minuman yang enak. Dicetuskan oleh stmulus ini dan insentif, kita cenderung minum lebih banyak daripada yang diperlukan tubuh, tetapi adalah mudah bagi ginjal untuk membuang kelebihan cairan.

Mempertahankan tingkatan air adalah penting untuk hidup itu sendiri, tubuh memiliki seperangkat proses homeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian-kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antideuretic (ADH), yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. Tetapi mekanisme fisiologis yang terlibat dalam mempertahankan tingkat air dalam tubuh tidak secara langsung terlibat dalam motivasi haus dan minum.

Motivasi haus dan minum secara utama dicetuskan oleh dua kondisi dalam tubuh, yaitu kehlangan air dari sel-sel dan penurunan volume darah. Ketika air hilang dari cairan tubuh, air meninggalkan bagian dalam dari sel-sel, sehingga menyebabkan dehidrasi pada sel tersebut. Di bagian dalam atau bagian depan dari hipothalamus adalah sel-sel syaraf yang disebut osmoreceptor, yang menghasilkan impuls-impuls syaraf ketika mereka mengalami dehidrasi. Impuls-impuls syaraf ini bertindak sebagai tanda (signal) untuk haus atau untuk minum. Ini ditimbulkan oleh hilangnya air dari osmoreceptor yang disebut cellular dehydration thirst. Hilangnya air dari tubuh juga menyebabkan hypovolemia, atau suatu penurunan dalam volume darah. Ketika volume darah turun, terjadi juga paenurunan pada tekanan darah. Turunnya tekanan darah menstimulasi ginjal untuk mengeluarkan enzim yang dlsebut reinin. Melalui beberapa proses, renin dilibatkan dalam pembentukan substansi yang dikenal sebagai angiotensin II yang beredar dalam darah dan mungkin tentang peran hormon ini dalam darah (Stricker dalam Morgan, dkk. 1986).

4.      Motivasi Seksual

Motivasi seksual adalah sosial karena motivasi ini melibatkan orang lain dan memberi dasar bagi pengelompokan sosial pada binatang tingkat tinggi – kumpulan baboon (yakian) dan keluarga manusia, contohnya, dan perilaku seksual diatur oleh tekanan sosial dan kepercayaan agama. Seks dalam psikologi dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita; seks dapat menimbulkan kenikmatan intens, tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. Teori kepribadian dari Freud didasarkan pada emosi sebagai pusat dalam perilaku seks.

karena itu, meski seks dalam bab ini disebut sebagai motif biologis, ada lebih banyak seks daripada sekedar hormon dan respon fisiologis.

Ketika kita mempertimbangkan motivasi seksual dari sudut pandang biologis, seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis yang lain. Pertama, seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu, kecuali bahwa seks tersebut diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies tersebut. Kedua, perilaku seks tidak ditimbulkan dari kekurangan substansi kimia tertentu dalam tubuh. Ketiga, motivasi seksual lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dan lingkungan, yaitu insentif dibandingkan dengan motivasi biologis lainnya.

a.       Hormon seks dan peran pengorganisasiannya.

Estrogen, hormon seks pada wanita, sebagian besar berasal dari indunng telur, tetapi mereka juga berasal dari kelenjar adrenal. Estradiol adalah salah satu dari estrogen yang paling penting. Androgens adalah hormon seks pada pria, dikeluarkan ke dalam darah dari testes dan kelenjar internal. Testosteron adalah androgen utama. Baik hormon seks pria maupun wanita ada pada pria maupun wanita; hanya jumlah relatifnya yang berbeda.

Pada kehidupan kemudian yaitu pada masa pubertas, organ-organ seks tumbuh dengan cepat dan pengeluaran hormon meningkat. Ciri-ciri seksual kedua, yaitu pembesaran payudara, bentuk tubuh, pita suara, jumlah dan permukaan rambut muka, berkembang dibawah pengaruh hormone estrogen dan endogen selama masa puberitas.Bukan hanya tubuh, tetapi otak, nampaknya diorganisir oleh hormone seks untuk mempengaruhi seseorang untuk berperilaku sebagai laki-laki atau perempuan. Kini jelas dalam kasus binatang tingkat yang lebih rendah, dimana organisasi anatomis dari bagian-bagian tertentu dari otak (khususnya hypothalamus) dapatdiubah oleh pemberian hormone dalam kehidupan awal mereka (Gorski, dkk. dalam Morgan, dkk. 1986).

b.      Hormon seks dan peran penggiatannya

Tingkat yang lebih tinggi atau tingkat yang normal dari sirkulasi hormon seks dalam darah mengaktifkan atau memicu perilaku seksual untuk spesies betina pada binatang tingkat lebih rendah. Ketika tingkatan estrogen dalam d arah meningkat selama siklus reproduksi, betina pada banyak spesies ada pada masa estrus, atau ‘panas’, dan secara aktif akan mengatur perilaku seksualnya; ketika tidak pada masa estrus, mereka secara umum tidak acuh pada cumbuan spesies jantan.

Stimulsi eksternal, kebiasaan, da sikap nampaknya menjadi lebih penting dari pada hormon dalam mengaktifkan perilaku seksual pada para gadis dan wanita. Pada pejantan (pada binatang tingkat rendah dan manusia) suatu tingkat tertentu dari endrogen, terutama tertosteron, harus ada untuk terjadinya perilaku seksual. Peningkatan di atas tingkat threshold akan tidak terjadi pengaruh atau hanya sedikt berpengaruh pada motivasi dan perilaku seksual pria (Berman & Davidson dalam Morgan, dkk; 1986).

c.       Stimulus Luar, Belajar, dan Perilaku Seksual

Stimulus luar memainkan suatu peran pada perilaku seksual semua binatang, tetapi stimulus luar itu terutama penting dalam mengaktifkan motivasi seksual pada binatang tingkat tinggi dan manusia. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan orang lain, wajah, gaya, suara, cara berpakaian. dan wewangian orang lain. Dengan kata lain, kebanyakan perilaku seksual “dihidupkan” oleh stimulus yang bertindak sebagai insentif atau penguat.

 

BAB IV

Penutup

4.1. Kesimpulan

Motivasi merupakan sebuah langkah awal dari dalam diri manusia dalam melakukan sesuatu. Motivasi sangat berpengaruh pada hasil yang didapatkan dari sesuatu yang kita kerjakan. Dengan dilandasi motivasi yang baik hal yang kita kerjakanpun akan menghasilkan hal yang memuaskan pula. Manusia memiliki berbagai motivasi antara lain motivasi biologis, motivasi berprestasi, motivasi berkuasa, motivasi agresi dan motivasi aktualisasi diri. Motivasi-motivasi ini emiliki pengaruh tersendiri terhadap suatu ha dan setiap manusia memiliki motivasi-motivasi ini didalam dirinya.

Motivasi biologis tidak selalu dikaitkan dengan hubungan antara individu dengan individu. Tetapi juga hubungan indivudu dengan kebutuhan dirinya sendiri. dalam kehidupan manusia motivasi-motivasi ini akan dilalui oleh setiap manusia dan juga hewan tingkat rendah karena motivasi biologis dimiliki oleh setiap makluk hidup.

4.2. Daftar Pustaka

Riyanti,D.B.P.  Probowo. H. Puspitawati, I. 1996. Psikologi umum 1. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Hackz, Ryano. 2010. MOTIVASI BIOLOGIS. http://hackz-zone.blogspot.com/2010/03/motivasi-biologis.html

Suhaimin, Taidin. Definisi, Pengertian & Takrifan Motivasi. http://www.scribd.com/doc/13574422/PENGERTIAN-MOTIVASI

 
 

Kereta

Kereta merupakan alat transportasi yang bisa dibilang murah meriah. Dengan jarak yang jauh misalnya dari Bogor ke Kota harga tiket untuk satu orang hanya sekitar 2ribu. Oleh karena itu masyarakat yang ingin berpergian dari Bogor ke Kota atau ke daerah lain yang memiliki jalur kereta, lebih memilih menggunakan kereta. Padahal kapasitas kereta tidak mencukupi untuk mengangkut para pengguna kereta seluruhnya dalam sekali jalan.  Para pengguna kereta yang memaksa untuk naik kereta yang sudah tidak muat lagi itu, akhirnya tidak mementingkan lagi keselamatan mereka. Mereka nekat untuk menaiki atap kereta yang dekat dengan kabel listrik sumber energi kereta yang tenaganya tidak sedikit itu. Tidak sedikit pengguna kereta dari anak kecil sampai orang dewasa yang meninggal hangus terpanggang karena tersambar listrik.

Ada juga dari pengguna kereta yang menjadi “spiderman” dadakan. Mereka menempel atau bergelantungan di luar gerbong terakhir dan antara penghubung gerbong atau ada juga yang bergelantungan diluar pintu kereta.