RSS

Motivasi Biologis

09 Nov

BAB I

Pendahuluan

Puji syukur kehadirat kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Psikologi dan Teknologi Internet yang berjudul “ MOTIVASI ” .

Saya menyadari bahwa dalam proses pembuatan dan hasil yang di dapat dari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, saya dengan rendah hati dan tangan terbuka menerima masukan, saran, dan usulan guna penyempurnaan makalah ini.

Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

BAB II

Dasar Teori

Motivasi didefinisikan oleh MC. Donald (dalam Hamalik, 1992) sebagai suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi yaitu:

1.      Motif dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, misalnya adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar.

2.      Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal), misalnya karena amin tertarik dengan tema diskusi yang sedang diikuti, maka dia akan bertanya.

3.      Motif ditandai oleh reaksi-rekasi untuk mencapai tujuan.

Menurut Terry (dalam Moekjizat, 1984) motivasi adalah keinginan didalam diri individu yang mendorong individu untuk bertindak.

Disisi lain menurut Chung dan Meggison motivasi adalah perilaku yang ditujukan kepada sasaran, motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan. Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan pekerja dan fermormasi pekerjaan.

Sedangkan menurut Heidjrachman dan Suad Husnan adalah proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang diinginkan.

Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan, motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak dan berpengaruh terhadap cara bertindak seseorang. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri.

Motivasi terbagi atas beberapa bagian yaitu:

1.      Motivasi Biologis

2.      Motivasi Berprestasi

3.      Motivasi Berkuasa

4.      Motivasi Agresi

5.      Motivasi Aktualisasi diri

Dalam makalah ini saya akan menuliskan lebih dalam mengenai Motivasi biologis.

BAB III

Pembahasan

Motivasi Biologis

Motivasi biologis secara luas adalah berakar dari fisiologis dari tubuh. Ada begitu banyak motif diantaranya lapar, haus, dan keinginan untuk seks.

1.      Pencetus motif biologis

Banyak motif biologis adalah dicetuskan sebagiandatang dari kondisi keseimbangan fisiologis dari tubuh. Tubuh cenderung mempertahankan suatu keadaan ekuilibrium atau seimbang yang disebut homeostatis dalam banyak sekali proses internal dari tubuh. Keseimbangan itu penting bagi tubuh. Temperatur tubuh tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah, aliran darah tidak boleh terlalu bersifat alkali atau terlalu asam, selalu harus cukup air dalam jaringan tubuh, dan sebagainya.

Mekanisme fisiologis otomatis yang mempertahankan keseimbangan ditambahi oleh perilaku yang dimotivasi. Contoh, menurunnya temperatur mengarahkan ke perilaku yang dimotivasi misalnya, memakai sweater, menyalakan pemanas udara, menutup pintu, dan sebagainya. Ketika tubuh kekurangan zat-zat tertentu, misalnya makanan dan air, proses fisiologis yang otomatis bekerja untuk mengawetkan substansi-substansi yang kurang itu, tetapi cepat atau lambat air dan makanan harus diperoleh dari luar. Disini kehilangan keseimbangan menciptakan keadaan terdorong (drive state) yang mendorong seseorang atau binatang mencari makanan dan air. Jadi keadaan motif biologis ditimbulkan, secara luas, oleh hilangnya keseimbangan, dan perilaku yang dimotivasi didorong oleh homeostatis yang tidak seimbang membantu memulihkan kondisi seimbang.

2.      Motivasi lapar

Untuk bertahan hidup makhluk hidup membutuhkan makanan. Proses biologis yang menopang hidup memperoleh energi mereka dan substansi kimia dari makanan. Jadi, dapat dimengerti, bahwa lapar adalah motif dasar primer yang diperlukan untuk hidup. (Hal yang sarna juga terjadi pada dorongan biologis lain, seperti haus dan regulasi temperatur).

a.       Mengaktifkan Motivasi Lapar

Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan mengarah ke kesimpulan bahwa sumber motiyasi lapar adalah kontrak otot perot. Ketika perot kosong, kontraksi terjadi, dan diindera; kontraksi yang diindera dikatakan menjadi signal untuk perasaan lapar. Tetapi riset terbaro telah menunjukkan bahwa orang mencatat perasaan normal terhadap lapar, meski ketika, secara medis, syaraf dari perot telah dipotong atau perot benar-benar telah dipindah. Karena itu kita haros melihat hallain dari kondisi tubuh yang memunculkan motivasi lapar dan motivasi untuk makan.

Glukosa atau “gula-darah” sekarang dipercaya sebagai substansi penting yang terlibat dalam munculnya motivasi lapar dan mencari makanan. Telah lama diketahui bahwa pemberian injeksi hormon insulin, dengan tingkatan yang lebih rendah dari sirkulasi gula darah, akan menyebabkan lapar dan makan. Observasi dan eksperimen menunjukkan bahwa sinyal glukosa untuk lapar lebih dipacu oleh tingkat dimana glukosa telah dipakai oleh tubuh daripada oleh tingkatan absolut dalam darah (Mayer dalam Morgan dkk., 1986). Tentu saja, glukosa, bukan satu-satunya bahan bakar tubuh. Yang lain adalah free fatty acids dari the breakdown of fat stores dan keynotes dari metabolismefreefatty acids. Motivasi lapar dan makan diaktifkan bukan hanya oleh faktor-faktor internal saja. Tanda-tanda dan bau makanan yang lezat dapat mengarahkan ke makan meskipun keadaan kebutuhan internal (internal need) tidak ada. Dan tentu saja kita telah belajar makan pada waktu-waktu tertentu saja bukan pada waktu yang lain.

b.      Penghentian Makan (Kenyang)

Pemulihan tingkatan dari makanan setelah makan beberapa jam. Tetapi, tentu saja, kita berhenti makan jauh sebelum pemulihan ini terjadi. Sehingga tubuh harus mempunyai beberapa cara mengurangi motivasi makan dan berhenti makan adalah bebas dari faktor aktivasi. Eksperimen telah menunjukkan bahwa perut terdiri dari reseptor-reseptor nutrisi yang memberi rasa kenyang, yaitu suatu tanda untuk berhenti makan (Deutcsh dalam Morgan, dkk. 1986). Tanda kennyang yang lain mungkin diberikan oleh hormon yang disebut cholecystokinin (CKK). Hormon ini, yang terlibat dalam breakdown offats, muncul seketika ketika makanan mencapai bagian dari usus di bawah perut. Injeksi CCK ke tikus yang dilaparkan yang menyebabkan dia makan menyebabkan tikus-tikus ini berhenti makan dan mulai grooming (seperti menggaruk-garuk gatal untuk mengambil kutu) dan perilaku lain sebagai bagian dari tikus yang kenyang (Smith & Gibbs dalam Morgan, dkk. 1986). Tetapi peran CCK sebagai hormone yang mengenyangkan telah dipertanyakan. Salah satu alasannya adalah bahwa jumlah dari CKK dalam injeksi melebihi keadaan normal yang diperlukan untuk kenyang (Deutch dalam Morgan, dkk. 1986); masalah lain adalah jumlah relatif dari CCK dalam injeksi membuat binatang merasa sakit dan karena itu menyebabkan kurang nafsu makan (Deutch & Hardy dalam Morgan, dkk. 1986).

c.       Otak dan Motivasi Lapar

Hyphothalamus telah lama dipetimbangkan sebagai pengatur penting dari motivasi lapar. Pekerjaan klasik di tahun 1940-an dan 1950-an (Hetherington & Ranson, Anand & Brobeck dalam Morgan, dkk. 1986) menekankan sumbangan dua wilayah hyphothalamus (VHM). Lateral Hypothalamus dipertimbangkan meniadi suatu wilayah munculnya motivasi lapar sedangkan Ventromedial Hypothalamus dikatakan terlibat dalam menghentikan makan yaitu rasa kenyang.

Berdasarkan sebuah percobaan pada binatang yang dirusak hipotalamusnya, menghasilkan data bahwa Binatang yang mengalami kerusakan di hipothalamus lateral tidak akan makan atau minum dan secara perlahan-lahan mati karena kelaparan kecuali diberi perawatan khusus (Taitelbaum, Anand & Brobek dalam Morgan, dkk. 1986). Ketika kerusakan dilakukan di daerah ventromedial (VHM), binatang mengembangkan nafsu makan yang rakus, mengkonsumsi jumlah makanan yang besar dan mengalami kegernukan dengan cepat. (Tetapi kerusakan pada VHM tidak selalu menyebabkan kegemukan).

3.      Motivasi haus

Faktor-faktor stimulus memainkan peran yang sangat besar dalam memprakarsai minum. Kita minum untuk membasahi mulut yang kering atau rasa minuman yang enak. Dicetuskan oleh stmulus ini dan insentif, kita cenderung minum lebih banyak daripada yang diperlukan tubuh, tetapi adalah mudah bagi ginjal untuk membuang kelebihan cairan.

Mempertahankan tingkatan air adalah penting untuk hidup itu sendiri, tubuh memiliki seperangkat proses homeostatis internal yang kompleks untuk mengatur tingkat cairan dan perilaku minum. Tingkat air dalam tubuh dipelihara oleh kejadian-kejadian fisiologis dalam beberapa hormone yaitu hormone antideuretic (ADH), yang mengatur penghilangan air melalui ginjal. Tetapi mekanisme fisiologis yang terlibat dalam mempertahankan tingkat air dalam tubuh tidak secara langsung terlibat dalam motivasi haus dan minum.

Motivasi haus dan minum secara utama dicetuskan oleh dua kondisi dalam tubuh, yaitu kehlangan air dari sel-sel dan penurunan volume darah. Ketika air hilang dari cairan tubuh, air meninggalkan bagian dalam dari sel-sel, sehingga menyebabkan dehidrasi pada sel tersebut. Di bagian dalam atau bagian depan dari hipothalamus adalah sel-sel syaraf yang disebut osmoreceptor, yang menghasilkan impuls-impuls syaraf ketika mereka mengalami dehidrasi. Impuls-impuls syaraf ini bertindak sebagai tanda (signal) untuk haus atau untuk minum. Ini ditimbulkan oleh hilangnya air dari osmoreceptor yang disebut cellular dehydration thirst. Hilangnya air dari tubuh juga menyebabkan hypovolemia, atau suatu penurunan dalam volume darah. Ketika volume darah turun, terjadi juga paenurunan pada tekanan darah. Turunnya tekanan darah menstimulasi ginjal untuk mengeluarkan enzim yang dlsebut reinin. Melalui beberapa proses, renin dilibatkan dalam pembentukan substansi yang dikenal sebagai angiotensin II yang beredar dalam darah dan mungkin tentang peran hormon ini dalam darah (Stricker dalam Morgan, dkk. 1986).

4.      Motivasi Seksual

Motivasi seksual adalah sosial karena motivasi ini melibatkan orang lain dan memberi dasar bagi pengelompokan sosial pada binatang tingkat tinggi – kumpulan baboon (yakian) dan keluarga manusia, contohnya, dan perilaku seksual diatur oleh tekanan sosial dan kepercayaan agama. Seks dalam psikologi dipercayai sebagai bagian yang penting dari kehidupan emosi kita; seks dapat menimbulkan kenikmatan intens, tetapi juga dapat memberi kita penderitaan yang dalam dan menyebabkan kita terlibat dalam berbagai keputusan sulit. Teori kepribadian dari Freud didasarkan pada emosi sebagai pusat dalam perilaku seks.

karena itu, meski seks dalam bab ini disebut sebagai motif biologis, ada lebih banyak seks daripada sekedar hormon dan respon fisiologis.

Ketika kita mempertimbangkan motivasi seksual dari sudut pandang biologis, seks mempunyai ciri yang terangkai sebagai bagian dari dorongan biologis yang lain. Pertama, seks bukan diperlukan untuk mempertahankan hidup individu, kecuali bahwa seks tersebut diperlukan untuk kelangsungan hidup spesies tersebut. Kedua, perilaku seks tidak ditimbulkan dari kekurangan substansi kimia tertentu dalam tubuh. Ketiga, motivasi seksual lebih dipengaruhi oleh informasi pancaindera dan lingkungan, yaitu insentif dibandingkan dengan motivasi biologis lainnya.

a.       Hormon seks dan peran pengorganisasiannya.

Estrogen, hormon seks pada wanita, sebagian besar berasal dari indunng telur, tetapi mereka juga berasal dari kelenjar adrenal. Estradiol adalah salah satu dari estrogen yang paling penting. Androgens adalah hormon seks pada pria, dikeluarkan ke dalam darah dari testes dan kelenjar internal. Testosteron adalah androgen utama. Baik hormon seks pria maupun wanita ada pada pria maupun wanita; hanya jumlah relatifnya yang berbeda.

Pada kehidupan kemudian yaitu pada masa pubertas, organ-organ seks tumbuh dengan cepat dan pengeluaran hormon meningkat. Ciri-ciri seksual kedua, yaitu pembesaran payudara, bentuk tubuh, pita suara, jumlah dan permukaan rambut muka, berkembang dibawah pengaruh hormone estrogen dan endogen selama masa puberitas.Bukan hanya tubuh, tetapi otak, nampaknya diorganisir oleh hormone seks untuk mempengaruhi seseorang untuk berperilaku sebagai laki-laki atau perempuan. Kini jelas dalam kasus binatang tingkat yang lebih rendah, dimana organisasi anatomis dari bagian-bagian tertentu dari otak (khususnya hypothalamus) dapatdiubah oleh pemberian hormone dalam kehidupan awal mereka (Gorski, dkk. dalam Morgan, dkk. 1986).

b.      Hormon seks dan peran penggiatannya

Tingkat yang lebih tinggi atau tingkat yang normal dari sirkulasi hormon seks dalam darah mengaktifkan atau memicu perilaku seksual untuk spesies betina pada binatang tingkat lebih rendah. Ketika tingkatan estrogen dalam d arah meningkat selama siklus reproduksi, betina pada banyak spesies ada pada masa estrus, atau ‘panas’, dan secara aktif akan mengatur perilaku seksualnya; ketika tidak pada masa estrus, mereka secara umum tidak acuh pada cumbuan spesies jantan.

Stimulsi eksternal, kebiasaan, da sikap nampaknya menjadi lebih penting dari pada hormon dalam mengaktifkan perilaku seksual pada para gadis dan wanita. Pada pejantan (pada binatang tingkat rendah dan manusia) suatu tingkat tertentu dari endrogen, terutama tertosteron, harus ada untuk terjadinya perilaku seksual. Peningkatan di atas tingkat threshold akan tidak terjadi pengaruh atau hanya sedikt berpengaruh pada motivasi dan perilaku seksual pria (Berman & Davidson dalam Morgan, dkk; 1986).

c.       Stimulus Luar, Belajar, dan Perilaku Seksual

Stimulus luar memainkan suatu peran pada perilaku seksual semua binatang, tetapi stimulus luar itu terutama penting dalam mengaktifkan motivasi seksual pada binatang tingkat tinggi dan manusia. Manusia yang secara hormonal siap digetarkan secara seksual oleh perkataan orang lain, wajah, gaya, suara, cara berpakaian. dan wewangian orang lain. Dengan kata lain, kebanyakan perilaku seksual “dihidupkan” oleh stimulus yang bertindak sebagai insentif atau penguat.

 

BAB IV

Penutup

4.1. Kesimpulan

Motivasi merupakan sebuah langkah awal dari dalam diri manusia dalam melakukan sesuatu. Motivasi sangat berpengaruh pada hasil yang didapatkan dari sesuatu yang kita kerjakan. Dengan dilandasi motivasi yang baik hal yang kita kerjakanpun akan menghasilkan hal yang memuaskan pula. Manusia memiliki berbagai motivasi antara lain motivasi biologis, motivasi berprestasi, motivasi berkuasa, motivasi agresi dan motivasi aktualisasi diri. Motivasi-motivasi ini emiliki pengaruh tersendiri terhadap suatu ha dan setiap manusia memiliki motivasi-motivasi ini didalam dirinya.

Motivasi biologis tidak selalu dikaitkan dengan hubungan antara individu dengan individu. Tetapi juga hubungan indivudu dengan kebutuhan dirinya sendiri. dalam kehidupan manusia motivasi-motivasi ini akan dilalui oleh setiap manusia dan juga hewan tingkat rendah karena motivasi biologis dimiliki oleh setiap makluk hidup.

4.2. Daftar Pustaka

Riyanti,D.B.P.  Probowo. H. Puspitawati, I. 1996. Psikologi umum 1. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Hackz, Ryano. 2010. MOTIVASI BIOLOGIS. http://hackz-zone.blogspot.com/2010/03/motivasi-biologis.html

Suhaimin, Taidin. Definisi, Pengertian & Takrifan Motivasi. http://www.scribd.com/doc/13574422/PENGERTIAN-MOTIVASI

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: