RSS

Jurnal Psikologi Komputer

27 Nov

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PSIKOLOGIS BERBASIS TIK

Oleh Siti Wuryan Indrawati

Pada penelitian Pengembangan instrumen Tes psikologis berbasis TIK dikatakan bahwa dalam bidang klinis tes psikologi dimanfaatkan untuk kepentingan diagnosis prognosis maupun terapi pada gangguan-gangguan pribadi. Adanya perkembangan teknologi dibidang kesehatan yaitu dibuatnya sebuah alat tes psikologi yang mengukur kemampuan umum (Inteligensi umum) yang diberi nama GTLC (Group Tes of Learning Capacity). Peneliti mengatakan ahwa sebenarnya tes ini bisa dikatakan belum matang untuk digunakan di Indonesia.

Persyaratan sebagai alat Tes Psikologi yang baik, harus dilakukan pengembangan Tes GTLC yang nantinya mampu mengukur kemampuan umum atau Inteligensi seseorang, dan layak sebagai tes psikologi berbasis TIK.

Dari data 160 sample penelitin hasil perhitungan reabilitas tes cukup reliabel yaitu 0,766 dari masing-masing kelas (4 kelas). Kelas pertama 0,249, kelas ke dua 0,658, kelas ke tiga 0,607, dan kelas ke empat 0,645. Penulis mengatakan bahwa hasil tersebut belum optimal disebabkan sampel penelitian yang kecil, akan lbih baik kalau samplenya besar untuk penelitian penembangan tes psikologi.

Pengaruh Loneliness Terhadap Internet Addiction Pada Individu Dewasa Awal Pengguna Internet

Oleh  Josetta M.R Tuapattinaja dan Nina Rahayu

            Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat pengauh dari kesepian terhadap penggunaan internet berlebih pada dewasa awal. Individu dalam tahapan dewasa awal memiliki tugas perkembangan membentuk hubungan intim dengan orang lain. Sehingga kebutuhan akan intimasi merupakan unsur pokok dalam kepuasan suatu hubungan.

            Apabila individu dapat membentuk persahabatan yang sehat dan hubungan dekat yang intim dengan individu lain, maka intimsi telah tercapai. Tetapi jika individu tidak berhasil mengembangkan intimasinya maka individu tersebut mengalami isolasi dan merasakan loneliness.

            Individu yang mengalami loneliness cenderung menghabiskan banyak waktu online di internet dan menghabiskan lebih banyak waktu sendirian di depan komputer, baik di kantor maupun rumahnya. Individu tersebut menyediakan waktu yang lebih sedikituntuk hubungan tatap muka di dunia nyata dan mengurangi kesempatannya untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya.

            Subjek penelitian adalah individu berusia diatas 18 tahun sebanyak 56 orang dengan metode pemilihan incidental sampling. Dalam hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif antara loneliness dengan internet addiction. Koefisien determinasi dari regresi menunjukka bahwa loneliness memberikan sumbangan efektif sebesar 12,8% terhadp internet addiction. Selebihnya, 87,2% internet addiction dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian tersebut.

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Word Of Mouth (WOM) dengan Intensi Membeli Makanan Vegetarian Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Dipenogoro

Oleh Dahniar Febriani, Endah Mujiasih, dan Unika Prihatsanti

Perkembangan ilmu pengetahuan tentang kesehatan membuat orang-orang semakin sadar untuk selalu menjaga kesehatan serta menjauhkan diri dari penyakit. Salah satu cara agar dapat memiliki hidup yang lebih sehat serta menjauhkan diri dari penyakit adalah dengan mengatur pola makan. Pola makan yang sehat biasanya dikaitkan dengan pola makan vegetarian. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap WOM dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Intensi membeli makanan vegetarian merupakan kecenderungan yang mengarahkan seseorang untuk merencanakan pembelian makanan vegetarian. Persepsi terhadap WOM adalah penilaian terhadap pernyataan yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain nonkomersial baik merek, produk maupun jasa.

            Pada pembahasan ini diperoleh dari uji hipotesis dengan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif. dan signifikan antara persepsi terhadap word of mouth (WOM) dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap WOM dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.

            Hasil penelitian membuktikan bahwa salah satu faktor yang berpengaruh terhadap intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro adalah adanya persepsi positif terhadap WOM yang dimiliki konsumen. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan Xiaofen dan Yiling (2009, h.24) yang mengungkapkan bahwa online WOM berpengaruh positif terhadap intensi konsumen dalam membeli. Kondisi tersebut menjelaskan WOM seringkali menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan pembelian.

Peningkatan Minat dan Kemampuan Anak Usia Pra Sekolah untuk Belajar Membaca dan Menulis Permulaan Menggunakan Komputer Aided Learning

Oleh Susana Limanto

 

Anak terkadang pasti mendapat tugas dalam kemampuan membaca dan menulis saat sekolah dasar. Kemampuan tersebut dapat dilatih sejak usia empat atau lima tahun. Pada beberapa penenlitian, didapatkan bahwa anak tidak nyaman dengan cara belajar tradisional yang menggunakan kertas dan pena. Anak cenderung suka bermain dengan warna, gambar, suara, lagu dan mendengarkan dongeng. Computer Aided Learning memiliki game dengan gambar, suara, animasi dan kombinasi warna sehingga anak merasa merea bermain meskipun dalam proses belajar.

Berdasarkan permasalahan di atas disimpulkan bahwa yang menjadi kebutuhan pemakai adalah sistem yang dapat menyampaikan materi dengan cara yang menarik (melalui gambar, lagu, cerita dan suara) yang dapat membantu siswa belajar membaca dan menulis dengan lancar, menggunakan kata-kata yang sederhana,  sehingga anak tidak mengalami kesulitan pada saat harus merangkai beberapa huruf menjadi suku kata dan merangkai suku kata menjadi kata. Sistem harus mampu menyediakan fasilitas untuk menguji tingkat kemampuan siswa. Yang paling penting dari semuanya, sistem harus dibuat sedemikian rupa, sehingga anak tidak merasa bosan pada saat belajar membaca dan menulis.

Berdasarkan hasil penelitian perangkat ajar yang dibuat cukup membantu anak usia empat sampai lima tahun untuk belajar membaca dan menulis permulaan. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan sebesar 18,33%.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Dengan Pendekatan Chemo-Edutaiment Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa

Oleh Agung Tri Prasetya, Sigit Priatmoko, dan Miftakhudin

Pendekatan chemo-edutainment (CET) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran kimia yang mana di dalamnya dimasukkan unsur-unsur yang bersifat menghibur sehingga dalam belajar kimia siswa merasa senang. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan memasukkan kalimat-kalimat yang agak lucu, satire, ataupun dengan ilustrasi yang lucu tetapi tetap  memperhatikan aspek kimia yang sedang dibahas. Dengan penggunaan media komputer dalam pembelajaran CET tersebut dapat dimasukkan unsur musik dan juga animasi-animasi yang akan semakin menarik minat belajar siswa. Timbulnya rasa senang ini akan mendorong siswa untuk belajar kimia secara lebih mendalam (Priatmoko, 2007:3). Pada akhirnya diharapkan hasil belajar yang dicapai oleh siswa lebih meningkat dibanding sebelumnya.

Penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan Chemoedutainment (CET) merupakan salah satu alternatif proses pembelajaran kimia yang variatif dan mampu meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan CET terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA Negeri 16 Semarang dan dengan sample sebanyak 78 siswa yang terbagi dalam 2 kelas. Kelas XI–IA 1 sebagai kelompok eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan media berbasis komputer dengan pendekatan CET dan kelas XI-IA 2 sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran secara konvensional. Berdasarkan hasil analisis uji kesamaan dua rata-rata data hasil pre test, diketahui bahwa kedua kelompok berangkat dari kondisi awal yang sama. Hasil uji t data post test menunjukkan bahwa rata-rata hasil post test kelompok eksperimen lebih baik dibanding kelompok kontrol. Analisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan CET menghasilkan koefisien korelasi biseri sebesar 0,676 dengan pengaruh positif terhadap hasil belajar sebesar 45,70%.

 
Leave a comment

Posted by on November 27, 2012 in Jurnal, Sistem Informasi Psikologi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: