RSS

Terapi Humanistik

24 Mar
Psikoterapi humanistik merupakan salah satu alihan dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akal pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertangahan. Pada akhir tahun 1950-an para ahli psikologi seperti: Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakos mendirikan sebuah asosiasi propesional yang berupaya mengakaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia seperti; Self (diri) aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat induvidualitas dan sejenisnya. Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai hasil atas aliran psikoanalisis dan behavioralisme, serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga” dalam aliran psikologi.
Dasar dari terapi Humanistik adalah penekanan pada adanya keunikan setiap individu serta memusatkan perhatian pada kecenderungan alami dalam pertumbuhan dan pewujudan dirinya. Dalam terapi ini para ahli tidak mencoba menafsirkan perilaku penderita, tetapi bertujuan untuk memperlancar kajian pikiran dan perasaan seseorang dan membantunya memecahkan masalahnya sendiri. Salah satu pedekatan yang dikenal dalam terapi Humanistik ini adalah Terapi yang berpusat kepada klien atau Client-Centered Therapy, (yang akan dibahas pada post selanjutnya).
Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humansistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dalam lingkungannya, secara manusiawi dengan menitik beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menetukan pilihannya, nilai-nilai tanggungjawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan.
Tujuan
Terapi Humanistik bertujuan agar klien mengalami keberadaannya secara otentik dengan menjadi sadar atas keberadaan dan potensi-potensi serta sadar bahwa ia dapat membuka diri dan bertindak berdasarkan kemampuannya. Terdapat tiga karakteristik daari keberadaan otentik: (1) menyadari sepenuhnya keadaan sekarang, (2) memilih bagaimana hidup pada saat sekarang, dan (3) memikul tanggungjawab untuk memilih. Kilen yang neurotik adalah orang yang kehilangan rasa ada, dan tujuan terapai adalah membentuknya agar ia memperoleh atau menemukan kembali kemanusiannya yang hilang.
Fungsi
Fungsi utama terapi adalah berusaha memahami klien sebagai ada dalam dunia. May (1961:81) memandang fungsi terapi diantaranya adalah membantu klien agar menyadari keberadaannya dalam dunia: “ini adalah saat ketika pasien melihat dirinya sebagai yang terancam, yang hadir di dunia yang mengancam dan sebagai subjek yang memiliki dunia.”
Sumber :
Corey, General. 2005. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
http://makalahkitasemua.blogspot.com/2009/11/teori-psikoterapi-humanistik.html#ixzz2OQ wFhZ5S
 
Leave a comment

Posted by on March 24, 2013 in Psikoterapi, Terapi Humanistik

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: