RSS

Analisis Transaksional

15 Apr

Salah satu pendekatan komunikasi untuk memperoleh hasil yang efektif telah dikembangkan oleh DR. Eric Berne (Mulianto, Cahyadi, dan Widjajakusuma, 2006), yang disebut Transactional Analysis (TA). Berne berkeyakinan melalui hasil penelitiannya bahwa hasil komunikasi sangat dipengaruhi oleh para perilaku komunikasi. Perilaku tersebut merupakan hasil dari sikap dan perasaan pada saat komunikasi berlangsung.

Eric Berne - Analisis Transaksional

Eric Berne lahir di Montreal, Canada. Ia menyelesaikan pendidikan kedokterannya disana sebelum datang ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan spesialis psikiatri di Sekolah Kedokteran Universitas Yale. Ia kemudian pindah ke New York City, dimana pada tahun 1941 ia memulai pelatihan psikoalalitik di Institut Psikoanalitik New york dan menjadi warga Amerika Serikat. Selama Perang Dunia II ia menyelenggarakan pelayanan psikiatrik dengan Cuma-Cuma. Dari penyelenggaraannya lahir suatu makalah tentang intuisi (Berne dalam Roberts dan Greene, 2008) yang berisi sejumlah konsep yang kemudian digabungkan ke dalam teori analisis tarnsaksional.

Analisis Transaksional adalah suatu pendekatan psikoterapeutik yang sangat dapat diterapkan dalam praktik pekerjaan sosial klinis (Cooper & Turner dalam, Roberts dan Greene, 2008). Analisis transaksional –gagasan Eric Berne (1910-1970)- merupakan suatu pendekatan untuk mensistematisasi, menganalisis, dan mengubah saling pengaruh di antara manusia, yang menekankan interaksi keduanya (antara diri manusia dan lain) dan kesadaran internal (regulasi diri dan ekspresi diri).

Metode analisis transaksional muncul sekitar pertengahan tahun 1950-an, dari pengakuan seorang pasien. Pasien yang adalah seorang pengacara itu berkomentar dalam sesi terapinya bahwa ia hanyalah seorang anak laki-laki kecil dari pada seorang pengacara yang matang. Pengertian ini mengarah pada analisis struktural dan tahap ego atau tahap mental anak dan dewasa (Naisaban, ___ ).

Transactional Analysis (TA) atau analisis transaksional berkembang dari anggapan bahwa setiap komunikasi antar manusia adalah suatu transaksi-transaksi antara manusia yang satu dan lainnya. Analisis transaksional menekankan dasar psikologis dalam komunikasi. Konsep ini menyatakan bahwa setiap individu dapat berbicara dari tiga eksistensi psikologis yang berbeda, yang dalam istilah TA disebut Ego State atau status ego. Ada tiga status ego, yaitu Status Ego Orang Tua (Parent Ego State), Status Ego Orang Dewasa (Adult Ego State), dan Status Ego Anak-anak (Child Ego State). Posisi status ego sangat mempengaruhi transaksi komunikasi yang dilakukan (Mulianto, Cahyadi, dan Widjajakusuma, 2006).

Tujuan Berne ialah untuk mengsintesiskan gagasan-gagasannya, dengan menggunakan istilah-istilah yang dapat dipahami, sehingga klien dapat berpartisipasi secara aktif dalam mengorganisasikan arah penanganannya sendiri. Pembuatan kontrak yang disepakati, “Apa yang ingin Anda capai bagi diri Anda sendiri dalam terapi ini?”, menyatukan klien dan terapis dalam suatu usaha bersama. Pada intinya, makna analisis transaksional adalah untuk memperkaya kemampuan-kemampuan menghadapi (coping) dan mengatur (regulatory) situasi yang paling dalam dan interaksi kehidupan nyata.

Mulianto, Sindu; Cahyadi, Eko Ruddy; dan Widjajakusuma, Muhammad Karebet. (2006). Superfisi Perspektif syariah. Gramedia: Jakarta.

Naisaban, Ladidlaus. (____). Para psikolog Terkemuka Dunia. Grasindo: Jakarta.

Roberts, Albert R dan Greene, Gilbert J. (2008). Buku Pinter Pekerja Sosial. Gunung Mulia: Jakarta.

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2013 in Analisis Transaksional, Psikoterapi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: