RSS

Rational Emotive Teraphy

21 Apr

Terapi perilaku rasional emotif merupakan suatu bentuk terapi kognitif yang dirancang untuk menentang pemikiran yang tidak realistis dari klien. Diperkenalkan pada tahun 1955 oleh Albert Ellis yang lahir pada tanggal 27 september 1913 di Pittsburgh, Pennsylvania, yang kemudian dibesarkan di New York. Ellis adalah alumnus dari City University of New York dalam bidang Busines Administration dan setelah itu baru mengikuti pendidikan psikologi klinis pada tahun 1942 di Kolombia University dan memperoleh gelar doktornya pada tahun 1947. Sebelumnya ia menjadi pengarang dengan status bebas, dan banyak menulis buku maupun artikel, terutama mengenaik seksualitas, disamping pernah pula sebagai manajer personalia. Segera setelah menyelesaikan pendidikan doktornya, ia bekerja sebagai psikolog-klinis di New Jersey Departement of Institutions and Agencies di Trenton. Bersamaan dengan jabatan-jabatannya, Ellis mempunyai praktik pribadi yang dilakukan sejak tahun 1943, mengkhususkan diri pada psikoterapi dan konseling perkawinan. Ellis sendiri mengatakan bahwa dialah yang mempelopori seks terapi. Ia juga seorang psikoanalis, yang merasakan bahwa pendekatan psikoanalisis tidak efisien.

Terapi rasional emotif pertama kali disebut terapi rasional untuk menekankan aspek kognitif dan filosopik (RET) dari terapi ini, termasuk keyakinan Ellis bahwa jika seseorang mempertahankan  pandangan hidup yang waras mengenai kehidupan, gangguan emosional jarang terjadi. Kata emotif ditambahkan untuk menekankan komponen evokatif dan perilaku, untuk membedakan terapi ini dari terapi lainna yang pasif.

Menurut Ellis, terapi rasional emotif mendasarkan pada konsep bahwa berfikir dan berperasaan saling berkaitan, namun dalam pendekatannya lebih menitikberatkan pada pikiran daripada ekspresi emosi seseorang. Pandangan Ellis (1980) terhadap konsep manusia adalah:

  1. Manusia mengkonsisikan diri sendiri terhadap munculnya perasaan yang mengganggu pribadinya.
  2. Kecenderungan biologisnya sama halnya dengan kecenderungan kultural untuk berfikir salah dan tidak ada gunanya, akibatnya mengecewakan diri sendiri.
  3. Kemanusiaannya yang unik untuk menemukan dan menciptakan keyakinan yang salah, yang mengganggu, sama halnya dengan kecenderungan mengecewakan dirinya sendiri karena gangguan-gangguannya.
  4. Kemampuannya yang luar biasa untuk mengubah proses-proses kognitif, emosi dan perilaku, memungkinkan dapat:
    1. Memilih reaksi yang berbeda dengan yang biasanya dilakukan.
    2. Menolak mengecewakan diri sendiri terhadap hampir semua hal yang mungkin terjadi.
    3. Melatih diri sendiri agar secara setengah otomatis mempertahankan gangguan sesedikit mungkin sepanjang hidupnya.

Terapi rasional emotif ini mempergunakan pendekatan langsung untuk ‘menyerang’ dan menghilangkan pikiran-pikiran yang tidak rasionaldan menggantinya dengan pikiran yang rasional dan logis. Agar dapat melakukan ini, terapis perlu mengetahui dunia pasien, mengetahui sikap dan perilakunya yang tidak rasional dan bagaimana pasien melihat hal-hal tersebut.

 

Wade, Carole dan Travis, Carol. (___). Psikologi. Erlangga: Jakarta.

Gunarsa, Singgih D. (2007). Konseling dan Psikoterapi. Gunung Mulya: Jakarta.

____. (1997). Buku Saku Psikiatri. Buku kedokteran EGC: Jakarta.

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: