RSS

Category Archives: Sistem Informasi Psikologi

Jurnal Psikologi Komputer

PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PSIKOLOGIS BERBASIS TIK

Oleh Siti Wuryan Indrawati

Pada penelitian Pengembangan instrumen Tes psikologis berbasis TIK dikatakan bahwa dalam bidang klinis tes psikologi dimanfaatkan untuk kepentingan diagnosis prognosis maupun terapi pada gangguan-gangguan pribadi. Adanya perkembangan teknologi dibidang kesehatan yaitu dibuatnya sebuah alat tes psikologi yang mengukur kemampuan umum (Inteligensi umum) yang diberi nama GTLC (Group Tes of Learning Capacity). Peneliti mengatakan ahwa sebenarnya tes ini bisa dikatakan belum matang untuk digunakan di Indonesia.

Persyaratan sebagai alat Tes Psikologi yang baik, harus dilakukan pengembangan Tes GTLC yang nantinya mampu mengukur kemampuan umum atau Inteligensi seseorang, dan layak sebagai tes psikologi berbasis TIK.

Dari data 160 sample penelitin hasil perhitungan reabilitas tes cukup reliabel yaitu 0,766 dari masing-masing kelas (4 kelas). Kelas pertama 0,249, kelas ke dua 0,658, kelas ke tiga 0,607, dan kelas ke empat 0,645. Penulis mengatakan bahwa hasil tersebut belum optimal disebabkan sampel penelitian yang kecil, akan lbih baik kalau samplenya besar untuk penelitian penembangan tes psikologi.

Pengaruh Loneliness Terhadap Internet Addiction Pada Individu Dewasa Awal Pengguna Internet

Oleh  Josetta M.R Tuapattinaja dan Nina Rahayu

            Penelitian tersebut dilakukan untuk melihat pengauh dari kesepian terhadap penggunaan internet berlebih pada dewasa awal. Individu dalam tahapan dewasa awal memiliki tugas perkembangan membentuk hubungan intim dengan orang lain. Sehingga kebutuhan akan intimasi merupakan unsur pokok dalam kepuasan suatu hubungan.

            Apabila individu dapat membentuk persahabatan yang sehat dan hubungan dekat yang intim dengan individu lain, maka intimsi telah tercapai. Tetapi jika individu tidak berhasil mengembangkan intimasinya maka individu tersebut mengalami isolasi dan merasakan loneliness.

            Individu yang mengalami loneliness cenderung menghabiskan banyak waktu online di internet dan menghabiskan lebih banyak waktu sendirian di depan komputer, baik di kantor maupun rumahnya. Individu tersebut menyediakan waktu yang lebih sedikituntuk hubungan tatap muka di dunia nyata dan mengurangi kesempatannya untuk berinteraksi dengan orang disekitarnya.

            Subjek penelitian adalah individu berusia diatas 18 tahun sebanyak 56 orang dengan metode pemilihan incidental sampling. Dalam hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif antara loneliness dengan internet addiction. Koefisien determinasi dari regresi menunjukka bahwa loneliness memberikan sumbangan efektif sebesar 12,8% terhadp internet addiction. Selebihnya, 87,2% internet addiction dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian tersebut.

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Word Of Mouth (WOM) dengan Intensi Membeli Makanan Vegetarian Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Dipenogoro

Oleh Dahniar Febriani, Endah Mujiasih, dan Unika Prihatsanti

Perkembangan ilmu pengetahuan tentang kesehatan membuat orang-orang semakin sadar untuk selalu menjaga kesehatan serta menjauhkan diri dari penyakit. Salah satu cara agar dapat memiliki hidup yang lebih sehat serta menjauhkan diri dari penyakit adalah dengan mengatur pola makan. Pola makan yang sehat biasanya dikaitkan dengan pola makan vegetarian. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap WOM dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Intensi membeli makanan vegetarian merupakan kecenderungan yang mengarahkan seseorang untuk merencanakan pembelian makanan vegetarian. Persepsi terhadap WOM adalah penilaian terhadap pernyataan yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain nonkomersial baik merek, produk maupun jasa.

            Pada pembahasan ini diperoleh dari uji hipotesis dengan teknik analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang positif. dan signifikan antara persepsi terhadap word of mouth (WOM) dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap WOM dengan intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.

            Hasil penelitian membuktikan bahwa salah satu faktor yang berpengaruh terhadap intensi membeli makanan vegetarian pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro adalah adanya persepsi positif terhadap WOM yang dimiliki konsumen. Hal tersebut didukung oleh penelitian yang dilakukan Xiaofen dan Yiling (2009, h.24) yang mengungkapkan bahwa online WOM berpengaruh positif terhadap intensi konsumen dalam membeli. Kondisi tersebut menjelaskan WOM seringkali menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan pembelian.

Peningkatan Minat dan Kemampuan Anak Usia Pra Sekolah untuk Belajar Membaca dan Menulis Permulaan Menggunakan Komputer Aided Learning

Oleh Susana Limanto

 

Anak terkadang pasti mendapat tugas dalam kemampuan membaca dan menulis saat sekolah dasar. Kemampuan tersebut dapat dilatih sejak usia empat atau lima tahun. Pada beberapa penenlitian, didapatkan bahwa anak tidak nyaman dengan cara belajar tradisional yang menggunakan kertas dan pena. Anak cenderung suka bermain dengan warna, gambar, suara, lagu dan mendengarkan dongeng. Computer Aided Learning memiliki game dengan gambar, suara, animasi dan kombinasi warna sehingga anak merasa merea bermain meskipun dalam proses belajar.

Berdasarkan permasalahan di atas disimpulkan bahwa yang menjadi kebutuhan pemakai adalah sistem yang dapat menyampaikan materi dengan cara yang menarik (melalui gambar, lagu, cerita dan suara) yang dapat membantu siswa belajar membaca dan menulis dengan lancar, menggunakan kata-kata yang sederhana,  sehingga anak tidak mengalami kesulitan pada saat harus merangkai beberapa huruf menjadi suku kata dan merangkai suku kata menjadi kata. Sistem harus mampu menyediakan fasilitas untuk menguji tingkat kemampuan siswa. Yang paling penting dari semuanya, sistem harus dibuat sedemikian rupa, sehingga anak tidak merasa bosan pada saat belajar membaca dan menulis.

Berdasarkan hasil penelitian perangkat ajar yang dibuat cukup membantu anak usia empat sampai lima tahun untuk belajar membaca dan menulis permulaan. Hal ini terlihat dari hasil evaluasi yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan sebesar 18,33%.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Dengan Pendekatan Chemo-Edutaiment Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa

Oleh Agung Tri Prasetya, Sigit Priatmoko, dan Miftakhudin

Pendekatan chemo-edutainment (CET) merupakan salah satu pendekatan pembelajaran kimia yang mana di dalamnya dimasukkan unsur-unsur yang bersifat menghibur sehingga dalam belajar kimia siswa merasa senang. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan memasukkan kalimat-kalimat yang agak lucu, satire, ataupun dengan ilustrasi yang lucu tetapi tetap  memperhatikan aspek kimia yang sedang dibahas. Dengan penggunaan media komputer dalam pembelajaran CET tersebut dapat dimasukkan unsur musik dan juga animasi-animasi yang akan semakin menarik minat belajar siswa. Timbulnya rasa senang ini akan mendorong siswa untuk belajar kimia secara lebih mendalam (Priatmoko, 2007:3). Pada akhirnya diharapkan hasil belajar yang dicapai oleh siswa lebih meningkat dibanding sebelumnya.

Penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan Chemoedutainment (CET) merupakan salah satu alternatif proses pembelajaran kimia yang variatif dan mampu meningkatkan hasil belajar kimia siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan CET terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMA Negeri 16 Semarang dan dengan sample sebanyak 78 siswa yang terbagi dalam 2 kelas. Kelas XI–IA 1 sebagai kelompok eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan media berbasis komputer dengan pendekatan CET dan kelas XI-IA 2 sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran secara konvensional. Berdasarkan hasil analisis uji kesamaan dua rata-rata data hasil pre test, diketahui bahwa kedua kelompok berangkat dari kondisi awal yang sama. Hasil uji t data post test menunjukkan bahwa rata-rata hasil post test kelompok eksperimen lebih baik dibanding kelompok kontrol. Analisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dengan pendekatan CET menghasilkan koefisien korelasi biseri sebesar 0,676 dengan pengaruh positif terhadap hasil belajar sebesar 45,70%.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 27, 2012 in Jurnal, Sistem Informasi Psikologi

 

Rancangan Sistem Pakar

Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat selesaikan orang awam. Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit tersebut.

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain

  • Membuat seorang yang awam bekerja seperti layaknya seorang pakar.
  • Meningkatkan produktivitas akibat meningkatnya kualitas hasil pekerjaan, meningkatnya kualitas pekerjaan ini disebabkan meningkatnya efisiensi kerja.
  • Menghemat waktu kerja.
  • Menyederhanakan pekerjaan.
  • Merupakan arsip terpercaya dari sebuah keahlian, sehingga bagi pemakai sistem pakar seolah-olah berkonsultasi langsung dengan sang pakar, meskipun mungkin sang pakar telah tiada.
  • Memperluas jangkauan, dari keahlian seorang pakar. Di mana sebuah sistem pakar yang telah disahkan, akan sama saja artinya dengan seorang pakar yang tersedia dalam jumlah besar (dapat diperbanyak dengan kemampuan yang persis sama), dapat diperoleh dan dipakai di mana saja.

Bagian-bagian yang secara umum ada pada struktur detail sistem pakar

  • Knowledge Aqcuisision System
    • Knowledge Base
    • Inference engine
    • User Interface
    • User
    • Workplace (Blackboard)
    • Explanation Subsystem
    • Knowledge refining system

Retardasi mental

Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembanganmental yang terhenti atau tidak lengkap, yng terutama ditandai oleh adanya hendaya keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua tingakat intelegensi yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau ganguan fisik lainnya. Namun, penyandang retardasi mental dapat mengalami semua gangguan jiwa yang ada. Selain itu penyandang retardasi mental mempunyai resiko lebih besar dieksploitasi dan diperlakukan salah secara fisik atau seksual.

Retardasi mental adalah penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermakna dan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selama masa perkembangan. retardasi mental merupakan suatu kelainan mental seumur hidup, diperkirakan lebih dari retardasi mental merupakan masalah di bidang kesehatan masyarakat, kesejahteraan sosial dan pendidikan baik pada anak yang mengalami retardasi mental tersebut maupun keluarga dan masyarakat. Retardasi mental merupakan suatu keadaan penyimpangan tumbuh kembang seorang anak sedangkan peristiwa tumbuh kembang itu sendiri merupakan proses utama, hakiki, dan khas pada anak serta merupakan sesuatu yang terpenting pada anak tersebut. Terjadinya retardasi mental dapat disebabkan adanya gangguan pada fase pranatal, perinatal maupun postnatal.

Rick Heber (Sularyo & Kadim, 2000) mendefinisikan retardasi mentai debagai suatu penurunan fungsi intelektual secara menyeluruh yang terjadi pada masa perkembangan dan dihubungkan dengan gangguan adaptasi sosial. Ada 3 hal penting yang merupakan kata kunci dalam definisi ini yaitu penurunan fungsi intelektual, adaptasi sosial, dan masa perkembangan. Penurunan fungsi intelektual secara umum menurut definisi Rick Heber diukur berdasarkan tes intelegensia standar paling sedikit satu deviasi standar (1 SD) di bawah rata-rata. Periode perkembangan mental menurut definisi ini adalah mulai dari lahir sampai umur 16 tahun. Gangguan adaptasi sosial dalam definisi ini dihubungkan dengan adanya penurunan fungsi intelektual.

Menurut Grossman retardasi mental adalah penurunan fungsi intelektual yang menyeluruh secara bermakna dan secara langsung menyebabkan gangguan adaptasi sosial, dan bermanifestasi selama masa perkembangan. Menurut definisi ini penurunan fungsi intelektual yang bermakna berarti pada pengukuran uji intelegensia berada pada dua deviasi standar di bawah rata-rata.

Retardasi mental ringan

Retardasi mental ringan dikategorikan sebagai retardasi mental dapat dididik (educable). Anak mengalami gangguan berbahasa tetapi masih mampu menguasainya untuk keperluan bicara sehari-hari dan untuk wawancara klinik. Umumnya mereka juga mampu mengurus diri sendiri secara independen (makan, mencuci, memakai baju, mengontrol saluran cerna dan kandung kemih), meskipun tingkat perkembangannya sedikit lebih lambat dari ukuran normal. Kesulitan utama biasanya terlihat pada pekerjaan akademik sekolah, dan banyak yang bermasalah dalam membaca dan menulis. Dalam konteks sosiokultural yang memerlukan sedikit kemampuan akademik, mereka tidak ada masalah. Tetapi jika ternyata timbul masalah emosional dan sosial, akan terlihat bahwa mereka mengalami gangguan, misal tidak mampu menguasai masalah perkawinan atau mengasuh anak, atau kesulitan menyesuaikan diri dengan tradisi budaya.

Retardasi mental sedang

Retardasi mental sedang dikategorikan sebagai retardasi mental dapat dilatih (trainable). Pada kelompok ini anak mengalami keterlambatan perkembangan pemahaman dan penggunaan bahasa, serta pencapaian akhirnya terbatas. Pencapaian kemampuan mengurus diri sendiri dan ketrampilan motor juga mengalami keterlambatan, dan beberapa diantaranya membutuhkan pengawasan sepanjang hidupnya. Kemajuan di sekolah terbatas, sebagian masih bisa belajar dasar-dasar membaca, menulis dan berhitung.

Retardasi mental berat

Kelompok retardasi mental berat ini hampir sama dengan retardasi mental sedang dalam hal gambaran klinis, penyebab organik, dan keadaan-keadaan yang terkait. Perbedaan utama adalah pada retardasi mental berat ini biasanya mengalami kerusakan motor yang bermakna atau adanya defisit neurologis.

Retardasi mental sangat berat

Retardasi mental sangat berat berarti secara praktis anak sangat terbatas kemampuannya dalam  mengerti dan menuruti permintaan atau instruksi. Umumnya anak sangat terbatas dalam hal mobilitas, dan hanya mampu pada bentuk komunikasi nonverbal yang sangat elementer.

Faktor penyebab retardasi mental antara lain

  • Faktor genetik

Kelainan kromosom autosomal adalah berhubungan dengan retardasi mental. Selain kromosom mungkin tedapat dalam jumlah atau dalam bentuknya.

–          Kelainan dalam jumlah kromosom, antara lain terdapat pada Sindrome Down atau Langton-Down ata mongolisme (trisomi otosomal atau trisomi kromosom 21).

–          Kelainan dalam bentuk kromosom, “Chi du chat” : tidak terdapat cabang pendek pada kromosom 5.

  • Faktor pranatal

Diperlukan dalam perkembangan janin, meliputi kesehatan fisik, psikologis, dan nutrisi maternal selama kehamilan. Penyakit dan kondisi kronis maternal yang mempengaruhi perkembangan normal sistem saraf pusat janin adalah diabetes yang tidak terkendali, anemia, emfisema, hipertensi, dan pemakian jangka panjang alkohol dan zat narkotik. Infeksi maternal selama kehamilan, terutama inveksi virus yang telah diketahui menyebabkan kerusakan janin dan retardasi mental. Derajat kerusakan janin tergantung pada variabel tertentu seperti jenis infeksi virus, usia kehamilan janin, dan keparahan penyakit (Kaplan & Sandock dalam Putri, 2011).

  • Faktor perinatal

Bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah berada dalam resiko tinggi mengalami gangguan neurologis dan intelektual yang bernaifestasi selama bertahun-tahun sekolahnya. Derajat gangguna saraf biasanya berhubungan dengan beratnya pendarahan intracranial atau tanda-tanda iskemia serebral. Selain itu trauma sebelum lahir, seperti sinar-X, bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat megakibatkan kelainan dengan retardasi mental. Pada waktu lahir kepala dapat mengalami tekanan sehingga timbulpendarahan di dalam otak. Mungkin juga terjadi kekurangan O2 (asfiksia neonatorum) yang terjadi pada 1/5 dari semua kelahiran. Hal ini dapat terjadi kaena aspirasi lender, aspirasi liquor amnii, anesthesia ibu dan prematuritas. Bila kekuranga zat asam berlangsung terlalu lama maka akan terjadi degenerasi sel-sel korteks yang kelak mengakibatkan retardasi mental.

  • Gangguan didapat pada masa anak-anak

–          Infeksi, yang paling serius mempengaruhi integritas serebral adalah ensefalitis dan meningitis. Ensefalitis campak telah hampir dihilangakan oleh pemakaian vaksin campak di selruh dunia, dan insiden infeksi bakterial pada sistem saraf pusat telah diturunkan dengan nyata oleh obat anti bakterial. Sebagian besar episode ensefalitas disebabkan oleh organisme virus. Meningitis yang diidagnosis lambat, dapat secara serius mempengaruhi perkembangan kognitif anak.

–          Trauma kepala, dapat menjadi penyebab kecatatan mental pada anak, misalnya akibat kecelakaan di rumah (seperti terjatuh dari meja, jendela terbuka atau dari tangga) dan kecelakaan kendaraan bermotor. Selain itu, penyiksaan pada anak juga dapat menjadi suatu penyeban cedera kepala.

–          Masalah lain, misalnya pemaparan zat kimia, tumor intrakranial, pembedahan, dan kemoterapi juga dapat merugikan fungsi otak.

  • Faktor lingkungan dan sosiokultural

Retardasi mental dapat disebabkan oleh faktor-faktor biomedis ataupunsosiobudaya (yang berhubungan dengan deprivasi psikososial dan penyesuaian diri)

–          Retardasi mental akibat cultural-familial, apabila didapatkan retardasi mental palig sedikit pada salah seorang dari orang tua penerita dan pada seorang atau lebih sudaranya. Selain itu anak-anak dalam keluarga dengan ekonomi dan pendidikan rendah dapat mempengaruhi perkembangan anak.

–          Retardasi mental akibat lingkungan, timbul karena kurangnya rangsangan dari lingkungan, antara lain rangsangan sensorik. Terlalu kurangnya komunikasi verbal mengakibatka kesukaran mengutarakan isi pikiran dalam kata-kata dan penalaran konkret serta menghambat perkembangan pemikiran abstrak pada anak.

Klasifikasi berdasarkan skor IQ dari tes Binet dan Wechsler

Klasifikasi IQ skala Binet

(SD = 15)

IQ skala Wechsler

(SD = 16)

Ciri-ciri
Ringan (mild) 68 – 52 69-55
  • Dapat diajar membaca, menulis dan berkomunikasi
  • Dapat merawat dirinya dan melakukan pekerjaan rumah
  • Tidak dapat didik di sekolah biasa tetapi harus di lembaga istimewa atau SLB
  • Tidak dapat berfikir secara abstrak, hanya hal-hal konkret yang dapat dipahami
  • Koordinasi motorik tidak mengalami gangguan
  • Kurang dapat membedakan hal baik dan buruk
  • Perkembangan fisiknya normal tapi perkembangan bicaranya masih lambat.
  • Tidak didapat kelainan kongenital
Sedang (moderate) 51-36 54-40
  • Dapat dilatih merawat dirinya sendiri
  • Mengenal bahaya dan dapat menyelamatkan diri sendiri
  • Koordinasi motorik biasanya masih sedikit terganggu
  • Biasanya masih didapat kelainan kongenital
  • Dapat dilatih pekerjaan sederhana dan rutin
  • Dapat menghitung 1-20 dan membaca beberapa suku kata dan mengetahui macam-macam warna
  • Perkembangan fisik dan berbicara masih lambat
  • Penilaian terhadap baik dna buruk masih kurang
Berat (severe) 35-20 39-25
  • Dapat dilatih merawat dirinya sendiri
  • Mudah terserang penyakit
  • Didapatkan kelainan kongenital
  • Kuku dan spastis
  • Gerakan motorik terganggu
  • Perkembangan fisik dan berbicara terlambat
Sangat berat (profound) <19 <24
  • Tidak dapat merawat dirinya sendiri
  • Tidak mengenal bahaya
  • Gerakan motorik terganggu, kuku dan spatis
  • Didapati kelainan kongenital
  • Perkembangan fisik dan berbicara terlambat
  • Mudah terserang penyakit
  • Sering tak dapat bicara, bicara hanya satu suku kata saja (pa, ma)

Diagnosis

Diagnosis retardasi mental tidak hanya didasarkan atas tes intelegensia saja, melainkan juga dari riwayat penyakit, laporan dari orangtua, laporan dari sekolah, pemeriksaan fisis, laboratorium, pemeriksaan penunjang. Yang perlu dinilai tidak hanya intelegensia saja melainkan juga adaptasi sosialnya. Dari anamnesis dapat diketahui beberapa faktor risiko terjadinya retardasi mental.

Pemeriksaan fisis pada anak retardasi mental biasanya lebih sulit dibandingkan pada anak normal, karena anak retardasi mental kurang kooperatif. Selain pemeriksaan fisis secara umum (adanya tanda-tanda dismorfik dari sindrom-sindrom tertentu) perlu dilakukan pemeriksaan neurologis, serta penilaian tingkat perkembangan. Pada anak yang berumur diatas 3 tahun dilakukan tes intelegensia.

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) kepala dapat membantu menilai adanya kalsifikasi serebral, perdarahan intra kranial pada bayi dengan ubun-ubun masih terbuka. Pemeriksaan laboratorium dilakukan atas indikasi, pemeriksaan ferriklorida dan asam amino urine dapat dilakukan sebagai screening PKU.

Pemeriksaan analisis kromosom dilakukan bila dicurigai adanya kelainan kromosom yang mendasari retardasi mental tersebut. Beberapa pemeriksaan penunjang lain dapat dilakukan untuk membantu seperti pemeriksaan BERA, CT-Scan, dan MRI.

Kesulitan yang dihadapi adalah kalau penderita masih dibawah umur 2-3 tahun, karena kebanyakan tes psikologis ditujukan pada anak yang lebih besar. Pada bayi dapat dinilai perkembangan motorik halus maupun kasar, serta perkembangan bicara dan bahasa. Biasanya penderita retardasi mental juga mengalami keterlambatan motor dan bahasa.

Kriteria diagnosis retardasi mental (Kaplan & Sandock dalam Putri, 2011)

  • Fungsi intelektual yang secara bermakna dibawah rata-rata : IQ kira-kira 70 atau kurang pada tes IQ yang dilakukan secara individual.
  • Adanya defisit atau gangguan yang menyertai dalam fungsi adaptif pada sekurang-kurangnya dua bidang keterampilan komunikasi, merawat diri, keterampilan sosial atau interpersonal, menggunakan sarana masyarakat, mengarahkan diri sendiri, keterampilan akademik fungsional, pekerjaan, liburan, kesehatan dan keamanan.
  • Onset sebelum usia 18 tahun

Pengobatan

  • Occupasional therapy (terapi gerak)

Terapi ini diberikan kepada anak retardasi mental untuk melatih gerak fungsional anggota tubuh (gerak kasar dan halus).

  • Play therapy (terapi bermain)

Terapi yang diberikan pada anak retardsi mental dengan cara bermain, misalnya memberikan pelajaran tentang hitungan, anak diajarkan dengan cara sosiodrama, bermain jual-beli.

  • Activity daily Living (ADL) atau kemampuaan merawat diri

Untuk memandirikan anak retardasi mental, mereka harus diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang kegiatan kehidupan sehari-hari (ADL) agar mereka dapat merawat diri sendiri tanpa bantuan rng lain dan tidak tergantung kepada orang lain.

  • Life skill (keterampilan hidup)

Nanak yang memerlukan layanan khusus, terutama anak dengan IQ di bawah rata-rata biasanya tidak diharapkan bekerja sebagai administrator, bagi anak retardasi mental yang memiliki IQ dibawah rata-rata, mereka juga diharapkan untuk dapat hidup mandiri. Oleh karena itu, unutk bekal hidup mereka diberikan pendidikan keterampilan. Mereka diharapkan dapat hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat serta dapat bersaing di dunia industri dan usaha.

  • Vocational Therapy (terapi bekerja)

Selain diberikan latihan keterampilan. Anak retardasi mental juga diberikan latihan kerja. Dengan bekal keterampilan yang telah dimilikinya, anak retardasi mental diharapkan dapat bekerja.

Penanganan terhadap penderita retardasi mental bukan hanya tertuju pada penderita saja, melainkan juga pada orang tuanya. Mengapa demikian? Siapapun orangnya pasti memiliki beban psiko-sosial yang tidak ringan jika anaknya menderita retardasi mental, apalagi jika masuk kategori yang berat dan sangat berat. Oleh karena itu agar orang tua dapat berperan secara baik dan benar maka mereka perlu memiliki kesiapan psikologis dan teknis. Untuk itulah maka mereka perlu mendapatkan layanan konseling. Konseling dilakukan secara fleksibel dan pragmatis dengan tujuan agar orang tua penderita mampu mengatasi bebab psiko-sosial pada dirinya terlebih dahulu. Untuk mendiagnosis retardasi mental dengan tepat, perlu diambil anamnesis dari orang tua dengan teliti mengenai: kehamilan, persalinan, dan pertumbuhan serta perkembangan anak. Dan bila perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium.

  • Pentingnya Pendidikan dan Latihan untuk Penderita Retardasi Mental

–          Latihan untuk mempergunakan dan mengembangkan kapasitas yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.

–          Pendidikan dan latihan diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat yang salah.

–          Dengan latihan maka diharapkan dapat membuat keterampilan berkembang, sehingga ketergantungan pada pihak lain menjadi berkurang atau bahkan hilang.

Melatih penderita retardasi mental pasti lebih sulit dari pada melatih anak normal antara lain karena perhatian penderita retardasi mental mudah terinterupsi. Untuk mengikat perhatian mereka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan merangsang indera.

  • Jenis-jenis Latihan untuk Penderita Retardasi Mental

Ada beberapa jenis latihan yang dapat diberikan kepada penderita retardasi mental, yaitu:Latihan di rumah:

–          belajar makan sendiri, membersihkan badan dan berpakaian sendiri, dst.

–          Latihan di sekolah: belajar keterampilan untuk sikap sosial.

–          Latihan teknis: latihan diberikan sesuai dengan minat dan jenis kelamin penderita.

–          Latihan moral: latihan berupa pengenalan dan tindakan mengenai hal-hal yang baik dan buruk secara moral

Berikut ini rancangan sistem pakar untuk penyakit mental retardation

Davison, Neale & Kring. (2010). Psikologi abnormal. Jakarta:Rajagrafindo Persada.

Dewi, N. A. (2010). Hubungan self esteem dan sikap penerimaan orang tua yang memiliki anak tunagrahita. Skripsi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Juliana. (2009). Perancangan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit ayam menggunakan PHP. Skripsi. Depok: Universitas Gunadarma.

Kuntjojo. (2009). Psikologi abnormal. Kediri : Universitas Nusantara PGRI.

Kusrini. Aplikasi sistem pakar. (2008). Pengantar sistem pakar. Bab 1 pengenalan sistem pakar.

_____. (1993). Pedoman golongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia III. Jakarta: world health organization.

Maramis, W. F. (1994). Retardasi Mental dalam Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Universitas  Airlangga.

Putri, P. P. (2011). Hubungan antara usia dan prestasi belajar dengan gerak motorik halus pada retardasi mental di SLB Abdi Pratama Jakarta Timur. Skripsi. Jakarta: Universias Pembangunan Nasional.

_____. (2011). Retardasi mental. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&amp; source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fjudzrun-children.googlecode.com%2Ffiles%2FRetardasi%2520Mental.pdf&ei=ycmWUP2BCsq3rAfOgIGoDQ&usg=AFQjCNEmo9v15yE_n_tDYq5tn0wIHJmYOw

Retnaningtias, A & Styaningsih, R. (2012). Perilaku seksual remaja retardasi mental. Proyeksi, Vol.4 (2).

Semium, Y. (2006). Kesehatan mental 2. Yogyakarta: Kanisius.

Sularyo, T.S., & Kadim, M. (2000). Retardasi mental. Sari Pediatri, Vol. 2, No. 3.

 

Artificial Intelligence

Artificial intelligence (AI) adalah suatu proses yang menggunakan peralatan bantu (tools) secara mekanik dapat melaksanakan serangkaian kejadian dengan menggunakan pemikiran atau kecerdasan seperti yang dimiliki oleh manusia.

Kecerdasan tiruan(Artificial Intelligence) adalah sub bagian dari ilmu komputer yang merupakan suatu teknik perangkat lunak yang pemrogramannya dengan cara menyatakan data, pemrosesan data dan penyelesaian masalah secara simbolik, dari pada secara numerik.

Masalah-masalah dalam bentuk simbolik ini adalah masalah-masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Masalah-masalah ini lebih berhubungan dengan simbol dan konsep simbol dari pada dengan angka-angka. Di sini dengan kecerdasan tiruan diusahakan untuk membuat komputer seakan dapat berpikir secara cerdas.

Pengertian lain menyebutkan bahwa kecerdasan buatan adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.

 Menurut John McCarthy, 1956, AI adalah untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. Cerdas adalah memiliki pengetahuan dan pengalaman, penalaran yaitu bagaimana membuat keputusan dan mengambil tindakan, serta moral yang baik. Agar mesin bisa cerdas atau bertindak seperti dan sebaik manusia, maka harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan untuk menalar.

Sedangkan Kristanto menyatakan bahwa kecerdasan buatan adalah bagian dari ilmu pengetahuan komputer yang khusus ditujukan dalam perancangan otomatisasi tingkah laku cerdas dalam sistem kecerdasan komputer. Sistem memperlihatkan sifat-sifat khas yang dihubungkan dengan kecerdasan dalam kelakuan yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia, seperti pengertian bahasa, pengetahuan, pemikiran, pemecahan masalah dan sebagainya.

Sejarah AI

Awalnya adalah berpusat pada permainan – game playing, pembuktian teorema dan

beberapa kerjaan formal (formal tasks)

• checker program – yang terkenal diantaranya oleh samual 1963

• Chess program

• Geometry Theorem Provers -pembuktian torema matematika

• Gelernter (1963)

• Logic Theorist (1963)

Pada tahun1950-an para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Alan Turing, seorang matematikawan Inggris, pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan Turing Test, dimana mesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai seseorang didalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan. Turing beranggapan bahwa, jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).

Lalu pada tahun 1956, diselenggarakan pertemuan di Dartmouth College, yang dihadiri oleh marvin Minsky dan John McCarthy dari Dartmouth, Nathael Rochester dari IBM, dan Claude Shannon dari Bell Laboratories. Pada pertemuan ini mereka berhasil menemukan istilah artificial intelligence, dan mereka menamakan program komputer AI yang pertama dengan Logic Theorist.

Logic Theorist adalah produk hasil kerja yang beberpa tahun sebelumnya telah diterapkan di Carnegie institute of Thecnology (sekarang namanya Carnegie-Mellon University) oleh Herbert Simon dan Alan Newell. Simon dan Newell telah meneliti kemampuan penalaran sistem tersebut, dan pada tahun 1956 J.C. Shaw dari Rand Corporation bergabung. Hasilnya adalah Logic Theorist. Kemampuannya yang dapat membuktikan dalil kalkulus meningkatkan minat para peneliti untuk mengembangkan program yang disebut General Problem Solver (GPS) yang digunakan untuk pemecahan masalah segala sesuatu. Kemampuannya itu ternyata mempunyai peluang yang begitu besar.

Peneliti AI terus melakukan penelitiannya, namun pelaksanaannya tidak memokokkan pada aplikasi komputer, seperti SIM dan DSS. Namun, selama beberapa tahun, penelitian yang masih konsisten tetap menekankan pada penggunaan komputer untuk memperoleh intelligensi manusia.

Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966, antara lain :

  • Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
  • Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960). Program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
  • ELIZA, diprogram oleh Joseph Weinzenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan.
  • Samual(1963) menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing program, yang tidak hanya untuk bermain game, tetapi digunakan juga pengalamannya pada permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya.

Kerja kecerdasan manusia

Intelegensi merupakan kemampuan mental yang malibatkan proses berfikir dan memecahkan simbol-simbol tertentu.

Intelegensi dapat dilihat dari perspektif

  • Evolutionary perspective, intelegensi adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah yang behubungan dengan adaptasi
  • Behavior perspective intellegensi adalah suatu kapasitas untuk mencapai tujuan adaptif dalam perilaku
  • Cognitive perspective, intelegensi adalah suatu proses nalar yang diterapkan untuk memechkan masalah atau mencapai tujuan.

Karena kecerdasan tiruan adalah ilmu yang berdasarkan proses manusia berpikir, maka penelitian bagaimana proses manusia berpikir adalah hal yang pokok.

Pada saat ini para peneliti hanya mulai mengerti sedikit dari proses berpikir tersebut, tetapi sudah cukup diketahui untuk membuat asumsi-asumsi yang pasti tentang bagaimana cara berpikir dan menggunakan asumsi-asumsi tersebut untuk mendesain suatu pro-gram komputer yang mempunyai kecerdasan secara tiruan.

Semua proses berpikir menolong manusia untuk menyelesaikan sesuatu masalah. Pada saat otak manusia mendapat informasi dari luar, maka suatu proses berpikir memberikan petunjuk tindakan atau respon apa yang dilakukan. Hal ini merupakan suatu reaksi otomatis dan respon yang spesifik dicari untuk menyelesaikan masalah tertentu. Hasil akbar dari semua proses berpikir tersebut disebut tujuan (goal).

Pada saat tujuan telah dicapai, pikiran akan segera berha-dapan dengan tujuan-tujuan lainnya yang akan dicapai. Di mana se-mua tujuan-tujuan ini bila terselesaikan akan mengantar ke suatu tujuan utama. Dalam proses ini tidak ada satupun cara berpikir yang mengarah ke tujuan akhir dilakukan secara acak dan sembarangan.

Kecerdasan manusia dapat dipecah-pecah menjadi kumpulan fakta-fakta (facts) dan fakta-fakta ini yang digunakan untuk mencapai tujuan. Hal ini dilakukan dengan memformulasikan sekelompok aturan-aturan(rules) yang berhubungan dengan fakta-fakta yang disimpan dalam otak.

Sistem pakar

Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat selesaikan orang awam. Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit tersebut.

Langkah pertama dalam pemecahan suatu masalah adalah dengan menemukan area masalah atau domain untuk dipecahkan. Pertimbangan ini sama halnya dalam Artificia lntelligence (AI) dengan pemprograman konvensional.

Sebuah sistem pakar memiliki 2 komponen utama yaitu basis pengetahuan dan mesin infensi. Basis pengetahuan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan dalam memori komputer, dimana pengetahuan ini diambil dari pengetahuan pakar.

Sistem pakar merupakan cabang dari kecerdasan buatan dan juga merupakan bidang ilmu yang muncul seiring perkembangan ilmu komputer saat ini. Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman. Ada beberapa defenisi tentang sistem pakar, antara lain:

  • Menurut Durkin: sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar.
  • Menurut Ignizio: Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur yang berkaitan, dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.
  • Menurut Giarratano dan Riley: sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon. GPS ini mengalami kegagalan dikarenakan cakupannya terlalu luas sehingga terkadang justru meninggalkan pengetahuan-pengetahuan penting yang seharusnya disediakan.

Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktivitas pemecahan masalah. Beberapa aktivitas pemecahan yang dimaksud antara lain: pembuatan keputusan (decision making), pemanduan pengetahuan (knowledge fusing), pembuatan desain (designing), perencanaan (planning), prakiraan (forecasting), pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaining), pemberian nasihat (advising) dan pelatihan (tutoring). Selain itu sistem pakar juga dapat berfungsi sebagai asisten yang pandai dari seorang pakar (Kusrini, 2006).

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain (Sri Kusumadewi, 2003):

  • Membuat seorang yang awam bekerja seperti layaknya seorang pakar.
  • Meningkatkan produktivitas akibat meningkatnya kualitas hasil pekerjaan, meningkatnya kualitas pekerjaan ini disebabkan meningkatnya efisiensi kerja.
  • Menghemat waktu kerja.
  • Menyederhanakan pekerjaan.
  • Merupakan arsip terpercaya dari sebuah keahlian, sehingga bagi pemakai sistem pakar seolah-olah berkonsultasi langsung dengan sang pakar, meskipun mungkin sang pakar telah tiada.
  • Memperluas jangkauan, dari keahlian seorang pakar. Di mana sebuah sistem pakar yang telah disahkan, akan sama saja artinya dengan seorang pakar yang tersedia dalam jumlah besar (dapat diperbanyak dengan kemampuan yang persis sama), dapat diperoleh dan dipakai di mana saja.

https://webdosen.budiluhur.ac.id/dosen/930011/Kuliah/AI.PDF

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25713/3/Chapter%20II.pdf

http://directory.umm.ac.id/sistem-pakar/bab12_sistem_pakar.pdf

http://fahrul008.files.wordpress.com/2008/01/06-kecerdasan-buatan.pdf

https://webdosen.budiluhur.ac.id/dosen/930011/Kuliah/buku_AI.PDF

http://komputa.if.unikom.ac.id/_s/data/jurnal/volume-01/komputa-1-1-perbandingan-metode-jaringan-irawan-7.pdf/pdf/komputa-1-1-perbandingan-metode-jaringan-irawan-7.pdf

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18888/4/Chapter%20II.pdf

Kusrini. Aplikasi sistem pakar. (2008).

Pengantar sistem pakar. Bab 1 pengenalan sistem pakar

 

Data

Seperti pada artikel sebelumnya data dapat berupa tulisan, perkataan dari orang lain, gambar, rekaman suara atau video dan sumber informasi lainnya. Kumpulan data yang memiliki arti bagi seseorang akan menjadi sebuah informasi bagi orang tersebut.

Data adalah bahan utama dari pekerjaan manajemen sistem informasi. Tanpa data pekerjaan informasi tidak akan pernah ada. Dalam konteks sistem informasi data dipandang sebagai keterangan yang masih mentah. Data yang sudah diolah sesuai dengan keperluan disebut dengan informasi. Kebenaran dan keabsahan suatu data sangat diperlukan oleh organisasi sehingga data tersebut harus dinyatakan dengan adanya identitas penanggung jawab data dalam bentuk tanda tangan asli atau otentik.

Sering dikatakan bahwa data adalah bahan yang masih mentah. Sedangkan arti data menurut isinya adalah keterangan atau bukti mengenai suatu kenyataan yang masih mentah, masih berdiri sendiri, belum diorganisasikan dan belum diolah. Pengolahan data dapat dilakukan dengan alat pengolah manual, mesin manual, mesin elektrik, ataupun komputer.

Data otentik adalah data yang ada tanda tangan asli dengan tinta bukan fotokopi, film, fax, telegram, telex, ataupun foto. Data otentik berguna sebagai fakta pengingat , yang dapat digunakan sebagai bukti administratif, hukum dokumentasi dan bukti lainnya.

 

Sequential access storage device

SASD (Penyimpanan berurutan / direct access storage) Penyimpanan berurutan (sequential storage) adalah suatu organisasi atau penyusunan data di suatu medium penyimpanan yang terdiri dari satu catatan mengikuti satu catatan lain dalam suatu urutan tertentu. Misalnya, catatan pegawai disusun dalam urutan nomor pegawai. Bila penyimpanan berurutan yang digunakan, data pertama harus diproses pertama, data kedua diproses kedua, dan seterusnya sampai akhir file itu tercapai. Sebagian media penyimpanan komputer hanya dapat memproses data yang disusun secara berurutan.contohnya pita magnetik.

Prosesnya lambat kerena untuk mencari data tertentu harus selalu dimualai dari awal. Contoh : magnetic tape yang sudah jarang dipakai, umumnya hanya untuk backup, karena murah dan kapasitasnya yang besar.

Ciri-ciri

–          Proses pembacaan rekaman harus berurutan.

–          Tidak adak pengalamatan

–          Data disimpan dalam blok-blok secara sequential (berurutan)

–          Proses write hanya bisa dilakukan sekali saja

–          Kecepatan akses data sangan bergantung kerapatan pita, kecepatan pita, dan lebar celah atau gap antar blk (Inter Record Gap)

Kelemahan :

–          Akses langsung terhadap dta lambat

–          Memerlukan penafsiran terhadap mesin

–          Masalah lingkungan

Keuntungan :

–          Panjang record tidak terbatas

–          Densitas data tinggi

–          Harga relatif murah

–          Kecepatan transfer data tinggi

 

Direct access storage device

DASD (Penyimpanan akses langsung / direct access storage device)  Penyimpanan akses langsung (direct access storage) adalah suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan catatan-catatan ditulis dan dibaca tanpa pencarian secara berurutan. Unit perangkat keras yang memungkinkan hal ini disebut direct accsess storage divice (DASD). DASD memiliki mekanisme membaca dan menulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan. Walau beberapa teknologi DASD telah dibuat, yang paling populer adalah piringan magnetic.

DASD atau media penyimpanan akses langsung (direct access storage device) adalah media arsip utama (file master) yang baik. Arsip utama adalah gambaran konseptual dari salah satu sumber daya perusahaan atau unsur lingkungan.

DASD prosesnya lebih cepat dibanding SASD, karena untuk mengambil data tertentu tidak perlu mancari data dari awal berurutan. Terdiri dari:

  • Magnetic disk : menggunakan medan magne, contoh : floppy dik (disket) dan harddisk.
  • Optical disk : menggunakan sinar laser. Contoh : CD-ROM.

Penggunaan DASD lain yang sering dijumpai adalah media penyimpanansementara yang berfungsi untuk menampung data semi-terproses. Misalnya saja, data dapat ditransfer dari satu program keprogram lainnya dalam bentuk piringan (disk). DASD dapat pula digunakan sebagai media masukan dengan cara yang sama seperti pita magnetik. Tetapi DASD tidak baik untuk penyimpanan historis, karena tumpukan piringan lebh mahal daripada gulungan pita atau cartridge.

Hampir sepanjang era komputer, pringan magnetik telah terbukti tidak terkalahkan sebagai DASD. Teknologi DASD baru yang berpeluang baik untuk ditetapkan sebagai media penyimpanan kedua atau sekunder adlah kepingan cakram. Kepingan yang kita kenal sekarang ini adalah CD (compact disk), VCD (video compact disk), CD-RW (compact disk-rewriteable) dan CD-R (compact disk-read).

Ciri-ciri :

–          Pembacaan rekaman tidak harus urut

–          Mempunyai alamat

–          Data dapat disimpan dalam karakter atau blok

–          Proses write dapat dilakukan beberapa kali.

 

 

Pemrosesan Data

  • Pengolahan Batch -> mencakup pengumpulan semua transaksi dan pemrosesan sekaligus dalm batch.

Batch processing system adalah pemrosesan transaksi secara batch (sekelompok demi sekelompok). Batch processing system merupakan kebalikan dari online transaction system. Dalam pemrosesan batch, transaksi tidak direkam ke dalam aplikasi pada saat terjadinya.

Berikut ini beberapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa para perancang sistem memilih batch transaction processing

–          Batch transaction system dalam sistem penjualan masih memungkinkan jika jumlah transaksi dengan konsumen per hari tidak terlalu banyak. Dengan demikian pengulangan pekerjaan (membuat nota secara manual dan menginput ulang transaksi ke dalam aplikasi) tidak menjadi beban yang berat.

–          Batch transaction system adakalanya dipilih untuk menangani back end accounting perusahaan. Jadi, perusahaan bisa memilih untuk merekam penjualan dengan aplikasi online. Kemudian pada akhir hari, bagian akuntansi memproses posting ke dalam jurnal dan buku besar setelah melakukan verifikasi terhadap transaksi sepanjang hari. Jadi, aplikasi penjualan adalah aplikasi online, tetapi aplikasi akuntansinya adalah aplikasi batch. Memang ada juga perancang sistem yang memilih untuk membuat aplikasi yang akan otomatis membuat jurnal langsung pada saat penjualan dicatat (seperti MYOB, misalnya).

Batch processing memiliki manfaat:

–          Hal ini memungkinkan berbagi sumber daya komputer antara banyak pengguna dan program,

–          Ini menggeser waktu pemrosesan pekerjaan untuk saat sumber daya komputasi kurang sibuk,

–          Ini menghindari diparkir sumber daya komputasi dengan intervensi manual oleh menit-menit dan pengawasan,

–          Dengan menjaga tingkat pemanfaatan yang tinggi secara keseluruhan, lebih baik lurus mengamortisasi biaya komputer, terutama salah satu yang mahal.

Penggunaan Umum Batch Processing :

–          Pengolahan data – Jadwal batch pengolahan khas termasuk akhir hari-pelapor (EOD).

–          Percetakan – Sebuah prosedur batch processing populer komputerisasi sedang mencetak.

–          Database – Batch processing juga digunakan untuk update database massal yang efisien dan pengolahan transaksi otomatis, sebagai kontras dengan proses transaksi interaktif online (OLTP) aplikasi.

–          Gambar – Batch processing sering digunakan untuk melakukan berbagai operasi dengan gambar digital.

–          Konversi – Batch processing juga digunakan untuk mengkonversi beberapa file komputer dari satu format yang lain.

  • Pengolahan On-line -> mencakup pengolahan transaksi satu persatu, terkadang pada saat transaksi itu terjadi transaksi lain, karenanya berorientasi maka sering disebut pemrosesan transaksi.

Merupakan sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus diupdatekan ke data induk.

Salah satu contoh penggunaan online processing adalahtransaksi online (E-commerce, Ebay, Internet Banking, Reservation Ticket, Pendaftaran Online,dll). Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.

Manfaat penggunaan Online Processing :

–          Menyediakan suatu informasi yang up-to-date.

–          Menyediakan suatu proses kontrol lebih awal

–          Meniadakan proses sortir dan pengubahan data.

Kerugian penggunaan Online Processing :

–          Membutuhkan peralatan yang lebih mahal.

–          Tidak dapat menggunakan batch kontrol.

  • Sistem Real-time -> suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespon dengan cepat pada status sistem fisik. Istilah real-time ini digunakan untuk menggambarkan sistem on-line yang bereaksi pada kegiatan sistem fisik secara cukup cepat, sehingga dapat mengendalikan sistem tersebut. Sistem ini merupakan bentuk khusus dari sistem on-line yang diperluas kemampuannya dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik tersebut.

Real time system disebut juga dengan Sistem waktu nyata. Sistem yang harus menghasilkan respon yang tepat dalam batas waktu yang telah ditentukan. Jika respon komputer melewati batas waktu tersebut, maka terjadi degradasi performansi atau kegagalan sistem. Sebuah Real time system adalah sistem yang kebenarannya secara logis didasarkan pada kebenaran hasil-hasil keluaran sistem dan ketepatan waktu hasil-hasil tersebut dikeluarkan. Aplikasi penggunaan sistem seperti ini adalah untuk memantau dan mengontrol peralatan seperti motor, assembly line, teleskop, atau instrumen lainnya. Peralatan telekomunikasi dan jaringan komputer biasanya juga membutuhkan pengendalian secara Real time.

Berdasarkan batasan waktu yang dimilikinya, Real time system ini dibagi atas:

–          Hard Real time

–          Soft Real time

–          Firm Real time

Komponen dari Real time system ini adalah:

–          Perangkat keras,

–          Sistem Operasi Real time,

–          Bahasa Pemrograman Real time,

–          Sistem Komunikasi.

Karakteristik dari sistem real time :

–          Single Purpose —> Tidak seperti PC, yang memiliki banyak kegunaan, sebuah sistem waktu nyata biasanya hanya memiliki satu tujuan, seperti mentransfer sebuah lagu dari komputer ke mp3 player.

–          Small Size —> Kebanyakan sistem waktu nyata banyak yang ada memiliki physical space yang terbatas.

–          Inexpensively Mass-Produced —> Sistem operasi waktu nyata memenuhi persyaratan waktu yang ditentukan dengan menggunakan algoritma penjadwalan yang memberikan prioritas kepada proses waktu nyata yang memiiki penjadwalan prioritas tertinggi. Selanjutnya, penjadwal harus menjamin bahwa prioritas dari proses waktu nyata tidak lebih dari batas waktu yang ditentukan. Kedua, teknik untuk persyaratan waktu penagmalatan adalah dengan meminimalkan response time dari sebuah events seperti interupsi.

 

 

Amsyah, Zulkifli. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gaol, Jimmy. L. Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo.

Sulianta, Feri. (2008). Komputer foresik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

______. Data base. http://fadli-tn.info/note/data-base/ (diakses tanggal 21 oktober 2012)

______. Organisasi dan akses file. http://indirpan.wapsite.me/Slide%20BSI/Pemrograman %20Terstruktur/12.Organisasi%20dan%20Akses%20File (diakses tanggal 21 oktober 2012)

______. Batch processing system. http://blogakuntansi.blogspot.com/2011/11/batch-processing-system.html (diakses tanggal 21 oktober 2012)

______. Pemrosesan data batch, data online, system realtime.  http://anomali24.blogspot.com/2011/12/pemrosesan-data-batch.html (diakses tanggal 21 oktober 2012)

______. (2011)Pemprosessan data (batch processing, online processing, dan realtime processing).  http://digital-gamer-xyz.blogspot.com/2011/11/pemrosesan-data-batch-processing-online.html#axzz2A0p7l783 (diakses tanggal 21 oktober 2012)

 
Leave a comment

Posted by on October 22, 2012 in Data, Sistem Informasi Psikologi

 

Computer Based Information Sistem

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.

Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

Selain itu  Rommey (Sudayat) mengetakan, sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sistem informasi berbasis komputer

Sistem informasi ini menggunakan komputer untuk menyimpan dan mengolah data organisasi untuk keperluan personil organisasi dan menggunakan sistem komputer yang beragam, dari yang sangat sederhana hingga yang kompleks.

Sistem informasi berbasis komputer (computer-based information system) atau CBIS digunakan untuk  menggambarkan lima subsistem yang menggunakan komputer, yaitu masalah, pemecahan masalah, informasi, dan keputusan.

Sistem informasi berbasis komputer (CBIS) :

–       Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

–       Sistem Informasi Manajemen (SIM)

–       Sistem Pendukung Keputusan (DSS)

–       Sistem Otomatisasi Kantor (OA)

–       Sistem Pakar (ES)

Berikut ini beberapa ketentuan CBIS

–       Pemberi kesempatan untuk meningkatkan komunikasi dan pengambilan keputusan dlm suatu organisasi.

–       Perancangan harus memberikan perhatian kepada tingkatan tingkatan manajemen dan kelompok organisasi.

–       Pusat kekuatan informal dari suatu organisasi yang dpt mempengaruhi keberhasilan CBIS harus diidentifikasikan dan dimasukkan dlm perancangan.

–       Harus menjaga manajemen yang dibutuhkan oleh lingkungan dan perubahan yang mempengaruhi susunan organisasi

Jenis-jenis CBIS

Sistem-sistem Pendukung Manajemen

  • Sistem informasi eksekutif

Penyediaan informasi yang penting bagi pucuk pimpinan dan pimpinan tengah dalam format yang mudah di pergunakan.

  • Sistem pendukung keputusan

Dukungan langsung dari komputer untuk para manajer selama proses pengambilan keputusan.

  • Siste informasi manajemen

Menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan layar kepada manajer.

Sistem-sistem Pendukung Operasi

  • Sistem pengolahan transaksi

Merekan dan mengolah data yang dihasilkan pada transaksi usaha.

  • Siste otomastisasi kantor

Meningkatkan komunikasi dan produktifitas kantor.

  • Sistem pengendalian proses

Memantau dan mengendalikan proses-proses fisik.

Elemen Operasional Sistem Informasi :

Komponen Fisik

            Þ   Perangkat keras

            Þ   Piranti lunak

            Þ   Database

            Þ   Prosedur Operasional

            Þ   Personil

Fungsi Pengolahan

            Þ   Pengolahan transaksi

            Þ   Pemeliharaan file induk

            Þ   Menghasilkan laporan

            Þ   Melayani inquiry

            Þ   Menangani aplikasi penunjang

Pengelolaan CBIS

Dalam pengelolaannya ada beberapa ketentuan, antara lain :

–       Manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara CBIS

–       Dlm beberapa situasi manajer hrs dpt mengerjakan semua tugas tanpa bantuan.

–       Spesialis informasi memberikan bantuan teknis jika diperlukan.

–       CBIS akan dikembangkan manajer harus merencanakan life cycle dan kemudian mengontrol para spesialis.

–       Mengontrol sumber CBIS untuk menjaga penampilan sistem dengan segala kemampuan, setelah implementasi.

Kecenderungan menuju End-User Computing

End-User Computing (EUC) adalah pengembangan seluruh atau sebagian sistem berbasis komputer oleh para pemakai. End-User Computing berkembang karena :

  1. Meningkatnya pengetahuan tentang komputer, berbagai tingkatan manajemen, mulai tingkat bawah diisi orang-orang yang menguasai komputer dengan baik.
  2. Antrian jasa informasi, para spesialis informasi selalu memiliki lebih banyak pekerjaan dengan yang dapat mereka tangani. Pemakai ingin mendapat layanan cepat.
  3. Perangkat keras yang murah.
  4. Perangkat lunak jadi; menawarkan dukungan peningkatan dan kemudahan penggunaan, dan memampukan perusahaan dan pemakai individu dengan sedikit atau tanpa keahlian komputer untuk menerapkan sistem berbasis komputer.

Sebagai suatu mesin pengolah data, komputer merupakan alat bantu yang tepat bila ada pekerjaan yang dilakukan secara berulang, yang tentunya akan membosankan bila dilakukan oleh manusia. Di kantor kami misalnya, menyusun surat pengantar bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Kerja Praktek adalah salah satu pekerjaan rutin yang selalu berulang. Dalam surat pengantar itu, yang berubah hanya nomer surat, tanggal, nama dan nomer stambuk mahasiswa yang akan melaksanakan Kerja Praktek serta nama dan alamat perusahaan tujuan Kerja Praktek tersebut. Tentu saja akan menghabiskan waktu dan sangat membosankan bila surat seperti itu setiap kali harus diketik ulang. Demikian juga, pada hakekatnya sama saja dengan mengetik ulang sebenarnya jika surat tersebut setiap kali harus di-copy dan di-paste ke halaman baru. Jika sistem informasinya sudah benar-benar berbasis komputer, maka yang perlu diketik masuk hanya nomer stambuk mahasiswa dan nama perusahaan tujuan Kerja Praktek saja. Nomer surat, tanggal, nama mahasiswa dan surat itu sendiri mestinya secara otomatis tinggal dicetak keluar setelah nomer stambuk mahasiswa dan nama perusahaan tujuan Kerja Praktek diketik masuk dengan menggunakan satu form tertentu. Bukan itu saja, suatu sistem informasi yang benar-benar berbasis komputer mestinya bisa secara otomatis dapat mengeluarkan daftar surat pengantar Kerja Praktek yang sudah dikeluarkan, baik berdasarkan urutan nomer surat dan tanggal, atau berdasarkan nomer stambuk mahasiswa, misalnya.

SISTEM INFORMASI BERBASIS JARINGAN KOMPUTER

Ketika kita melihat printer-printer di kantor mulai “berjalan-jalan” (maksudnya dipindah-pindahkan) dari satu komputer ke komputer lainnya, atau ketika diskette-diskette mulai sering keluar-masuk drive A komputer yang satu dan yang lain untuk memindah-mindahkan file-file, maka inilah sebagian dari tanda-tanda ada gejala kita perlu meningkatkan sistem informasi yang berbasis komputer menjadi sistem informasi berbasis jaringan komputer.

Gejala lain adalah ketika mulai ada pegawai yang antri menunggu untuk menggunakan suatu komputer – sementara komputer lainnya menganggur tidak dipakai – dengan alasan file-file yang diperlukan atau perangkat lunak yang akan digunakan hanya ada di satu komputer dan tidak tersedia di komputer lainnya. Satu-satunya jalan keluar adalah membangun jaringan komputer sehingga dapat dilakukan penggunaan sumber-daya secara bersama atau “resource sharing”. Memang prinsip dasar dari pembangunan jaringan komputer adalah “resource sharing” ini, sehingga peralatan accessories seperti printer, modem, scanner dan lain-lain, juga file-file, database serta berbagai fasilitas perangkat lunak dapat dimanfaatkan secara bersama dari beberapa komputer yang berfungsi sebagai terminal atau work-station.

Kebutuhan akan jaringan juga akan terasa ketika data yang semestinya semacam mulai terlihat beragam. Bank yang baik harus menggunakan sistem jaringan komputer, sebab tidak bisa saldo rekening nasabah misalnya ditampilkan berbeda di satu kantor cabang dengan kantor cabang yang lain, atau dari satu mesin ATM dengan mesin ATM yang lain. Demikian juga maskapai penerbangan yang baik mestinya menerapkan sistem jaringan dalam komputerasi data penumpang. Tidak boleh terjadi perbedaan daftar penumpang yang ada di kantor cabang dengan daftar penumpang yang ada di counter-nya di Bandara.

Daftar mahasiswa peserta kuliah di sebuah perguruan tinggi, apalagi daftar nilai misalnya, tidak boleh lain di Jurusan, lain di Fakultas dan lain lagi di Biro Akademik di Universitas, seperti yang terjadi di tempat kami bekerja, akibat belum diterapkannya sistem jaringan komputer secara penuh.

Usaha penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu :

–        Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP)

Didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).

–       Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS)

Seiring denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.

–       Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS)

Merupakan hal yang berbeda dengan konsep SIM. DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.

–        Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)

OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua aplikasi AO tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).

–        Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES)

Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari materi kuliah SIM.

Pengembangan CBIS

Dalam beberapa hal tiap subsistem CBIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh, matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life cycle – SLC).

Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :

  • Tahap Perencanaan,
  • Tahap Analisis,
  • Tahap Rancangan,
  • Tahap Penerapan,
  • Tahap Penggunaan.

Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS.

Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus hidup sistem. Tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer.

Seiiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus hidup dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa sistem tersebut terus menyediakan dukungan yang diharapkan. Tanggung jawab keseluruhan manajer dan dukungan tahap demi tahap yang diberikan oleh spesialis informasi.

Ketika manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan para spesialis informasi, kedua pihak bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah, mengidentifikasi dan mengevaluasi solusi alternative, memilih solusi terbaik, merakit perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai, membuat basis data, dan menjaga kemutakhiran sistem.

Dalam perjalannya Sistem Informasi Manajemen tidak serta merta langsung menjadi sebuah sistem yang seperti kita rasakan saat ini melainkan ada tahapan-tahapan perkembangan dari sistem yang terfokus untuk menghimpun,menyimpan dan memproses data saja sampai terciptanya sistem yang mengelola data tersebut menjadi sebuah informasi dan dari informasi tersebut terciptalah sistem pendukung keputusan berikut perinciannya :

1.  Fokus awal pada data (EDP)

Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di impelementasikan. Focus utama sistem ini adalah pada data transaksi.sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun , menyimpan dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transasksi.misalnya yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvlidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

 2.   Fokus baru pada informasi (SIM)

Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut.

3.   Fokus revisi pada pendukung keputusan (DSS)

Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat

DSS dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap Sistem Pemrosesan Transaksi dan Sistem Informasi Manajemen sebagaimana diketahui ,SIP lebih memfokuskan diri pada pengendalian transaksi yang merupakan kegitan yang bersifat berulang dan terdefenisi dengan baik,sedangkan SIM lebih berorientasi pada penyediaan laporan bagi manajemen yang sifatnya dinamis.DSS lebih ditunjuk untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analistis, dalam situsai yang kurang terstruktur dan dengan criteria yang kurang jelas.DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan,tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang tersedia.

Spesifikasi DSS :

–       Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi

–       Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.

–       Dirancang dan dioperasikan oleh manajer.

–       Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.

–       Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar.

–       Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.

–       Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.

–       Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.

4.   Fokus pada Komunikasi (OA)

Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui

5. Fokus potensial pada Konsultasi (AI/ES)

Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari materi kuliah SIM.

Manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah dengan memanfaatkan data dan informasi. Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem).

Mencapai CBIS

Upaya pencapaian system informai bebasis komputer mennunakan End User Computing,  yaitu pengembangan sistem berbasis komputer yang dilakukan oleh pemakai sendiri. Setiap subsistem CBIS melalui proses evolusi yang disebut siklus hidup system. Tahap-tahap dari siklus hidup system yaitu:

–          Perencanaan

–          Analisis

–          Rancangan

–          Penerapan

–          Pengunaan

Magaline, Mahamudu & Ho. Sistem informasi. http://apr1l-si.comuf.com/SI.pdf (diakses tanggal 25 september 2012).

Sudayat, Ridwan I. Pengertian sistem informasi.  http://ridwaniskandar.files.wordpress.com /2009/05/52-pengertian-sistem-informasi.pdf (diakses tanggal 25 september 2012).

______. Suatu model sistem informasi berbasis komputer. http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab2.pdf (diakses tanggal 13 oktober 2012).

______. (2006). Computer based information sistem http://stmikdharmapala.files.wordpress. com/2012/03/sp112-01.pdf (diakses tanggal 14 oktober 2012).

Hidayat, Teguh prasetyo. (2010). Perkembangan Sistem Informasi Di Indonesia. http://teguh-melodic.blogspot.com/2010/09/perkembangan-sistem-informasi-di.html (diakses tanggal 13 oktober 2012).

Widiantara, Arlan. (2011). Evolusi sistem informasi berbasis komputer. http://arlanwidiantara.blogspot.com/2011/09/evolusi-sistem-informasi-berbasis.html (diakses tanggal 14 oktober 2012).

Lisna. (2009).  Perkembangan sistem informasi berbasis komputer (CBIS). http://li3zn4-lisna.blogspot.com/2009/04/perkembangan-sistem-informasi-berbasis.html (diakses tanggal 14 oktober 2012).

 
Leave a comment

Posted by on October 14, 2012 in CBIS, Sistem Informasi Psikologi

 

Hubungan Manusia dan Komputer

A. Arsitektur komputer

Komputer merupakan suatu alat pemprosessan data yang kompleks yang terdiri hari hardware dan software. Komputer digunakan untuk memudahkan manusia mengerjakan berbagai hal seperti perhitungan ataupun hal-hal yang lainnya. Komputer zaman dahulu mungkin hanya bisa mengerjakan hal-hal yang sederhana saja namun berjalannya waktu, teknologi pun semakin maju dan pesat sehingga komputer sekarang dapat membantu manusia dalam mengerjakan hal-hal yang rumit sekalipun.

Komputer kontemporer adalah mesin hitung elektronik cepat yang menerima informasi input terdigitalisasi, mengolahnya sesuai dengan daftar instruksi yang tersimpan secara internal dan memberikan informasi output hasil. Daftar instruksi itu disebut program komputer, dan penyimpanan internalnya disebut memori komputer.

Komputer yang paling umum adalah personal computer, yang banyak digunakan di rumah, sekolah, dan kantor bisnis. Personal computer merupakan bentuk paling umum dari komputer desktop. Komputer desktop memiliki unit pengolahan dan penyimpanan, display visual dan unit output audio, dan keyboard yang dapat ditempatkan secara mudah di meja rumah dan kantor. Media penyimpanan tersebut termasuk harddisk, CD-ROM, dan disket.

Pada awalnya komputer tersusun dari perangkat keras yang masih bekerja secara mekanis dengan digerakkan oleh mesin uap maupun tenaga manusia.  Beberapa contoh komputer mekanis adalah mesin diferensial dan mesin analitis buatan Charles Babbage (1792-1871). Pada jaman modern saat ini, hampir semua komputer mengadopsi arsitektur yang dibuat oleh John von Neumann (1903-1957). Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit  pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal.

Pada dasarnya komputer arsitektur Von Neumann adalah terdiri dari elemen sebagai berikut:

  • Prosesor, merupakan pusat dari kontrol dan pemrosesan instruksi pada komputer.
  • Memori, digunakan untuk menyimpan informasi baik program maupun data.
  • Perangkat input-output, berfungsi sebagai media yang menangkap respon dari luar serta menyajikan informasi keluar sistem komputer.

 1. Prosesor atau Central Processing Unit (CPU)

CPU merupakan tempat untuk melakukan pemrosesan instruksi-instruksi dan pengendalian sistem komputer. Perkembangan perangkat CPU mengikuti generasi dari sistem komputer.  Pada generasi pertama CPU terbuat dari rangkaian tabung vakum sehingga memiliki ukuran yang sangat besar. Pada generasi kedua telah diciptakan transistor sehinga ukuran CPU menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Pada generasi ketiga CPU telah terbuat dari rangkaian IC sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Pada generasi keempat telah diciptakan teknologi VLSI dan ULSI sehingga memungkinkan ribuan sampai jutaan transistor tersimpan dalam satu chip.

2. Memori

Memori adalah bagian dari komputer yang digunakan untuk menyimpan program atau instruksi dan data-data. Beberapa pakar komputer menggunakan istilah store atau storage untuk menamakan memori, meskipun kata storage sering digunakan untuk menamakan tempat penyimpanan disket. Peran memori sangat penting supaya program maupun data dapat disimpan pada sistem komputer, sehingga lebih memudahkan dalam pengoperasian komputer. Terdapat dua jenis memori dalam sistem komputer, yaitu memori utama dan memori sekunder.

 

Arsitektur komputer dapat didefinisikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.

Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene, dan lain-lain

Suatu komputer terdiri dari lima bagian utama yang mandiri secara fungsional: unit input, memori, aritmatika dan logika, output, dan kontrol. Unit input menerima informasi terkode dari operator manusia, dari peralatan elektromekanik seperti keyboard, atau dari komputer lain melalui jalur komunikasi digital. Informasi yang diterima disimpan dalam memori komputer untuk referensi selanjutnya atau segera digunakan oleh sirkuit aritmatika dan logika untuk melakukan operasi yang diinginkan. Langkah pengolahan ditentukan oleh program yang tersimpan dalam  memori. Akhirnya, hasil dikirim kembali ke dunia luar melalui unit output.

Arsitektur dari komputer merupakan suatu susuana tau rancangan dari komputer tersebut sehingga membentuk suatu kesatuan yang dinamakan komputer. Komputer berevolusi dengan cepat mulai dari generasi pertama hingga sekarang. Evolusi tersebut didasarkan pada fungsi atau kegunaanya dalam kehidupan. Evolusi pada komputer ada karena keinginan atau hal yang dibutuhkan manusia itu sendiri. Sekarang ini komputer sudah dapat melakukan perintah yang sulit sekalipun tidak seperti dulu yang hanya bisa melakukan yang sederhana saja. Itulah yang dinamakan evolusi arsitektur yaitu perubahan bentuk juga fungsi dan kemampuannya.

 

Struktur Dasar Komputer dan Organisasi Komputer

Suatu sistem komputer terdiri dari lima unit struktur dasar, yaitu:

  • Unit masukan (Input Unit) yaitu dimana terdapat perintah atau instruksi yang dilakukan kepada komputer oleh pengguna. Komputer menerima informasi terkodekan melalui unit input, yang membaca data tersebut. Peralatan input yang paling terkenal adalah keyboard. Peralatan input lainnya termasuk joystick, trackball, dan mouse. Peralatan tersebut seringkali digunakan sebagai peralatan input grafik dalam hubungan dengan display. Mikrofon dapat digunakan untuk menangkap input audio yang kemudian disample dan dikonversi menjadi kode digital untuk penyimpanan dan pengolahan.
  • Unit kontrol (Control Unit) merupakan suatu unit yang berfungsi untuk mengontrol atau mengendalikan semua yang terdapat dalam komputer. Operasi setiap unit harus dikoordinasi dengan beberapa cara. Kooordinasi adalah tugas dari unit kontrol. Unit kontrol secara efektif merupakan pusat saraf yang mengirim sinyal kontrol ke unit lain dan mengetahui keadaan unit tersebut. Operasi suatu komputer dapat diringkas sebagai berikut:

–       Komputer menerima informasi dalam bentuk program dan data melalui unit input dan menyimpannya dalam memori.

–       Informasi yang disimpan dalam memori diambil, di bawah kontrol program, ke unit aritmatika dan logika, di mana informasi tersebut diproses.

–       Informasi yang terproses meninggalkan komputer melalui unit output.

–       Semua kegiatan di dalam mesin tersebut diarahkan oleh unit kontrol.

  • Unit logika dan aritmatika (Arithmetic & Logical Unit / ALU) adalah suatu unit dimana berisi fungsi-fungsi logika dan matematika atau perhitungan. Kebanyakan operasi komputer dieksekusi dalam unit aritmatika dan logika (ALU – arithme and logic unit) pada prosesor. Perhatikanlah suatu contoh umum, m isalkan dua bilangan yang berada dalam memori ditambahkan. Operasi aritmatika atau logika yang lain, misalnya, perkalian, pembagian, atau perbandingan bilangan, diawali dengan membawa operand yang diperlukan ke prosesor, di mana operasi tersebut dilakukan oleh ALU. Unit kontrol dan unit aritmatika dan logika jauh lebih cepat daripada peralatan lain yang terhubung ke sistem komputer. Jadi memungkinkan satu prosesor tunggal mengendalikan sejumlah peralatan eksternal seperti keyboard, display, disk magnetik dan optikal, sensor, dan kontroler mekanik.
  • Unit memori/penyimpanan (Memory / Storage Unit) yaitu unit penyimpanan dana yang dilakukan komputer. Fungsi unit memori adalah untuk menyimpan program dan data. Terdapat dua kelas penyimpanan, primer dan sekunder. Penyimpanan primer adalah memori cepat yang beroperasi pada kecepatan elektronik. Program harus disimpan dalam memori tersebut pada saat dieksekusi. Sedangkan penyimpanan sekunder tambahan cenderung lebih murah yang digunakan pada saat sejumlah besar data dan banyak program harus disimpan, terutama untuk informasi yang jarang diakses. Terdapat banyak pilihan peralatan penyimpanan sekunder, termasuk disk magnetik dan tape dan disk optikal (CDROM).
  • Unit keluaran (Output Unit) merupakan suatu hasil yang diharapkan dari suatu inputan yang telah dimasukkan. Unit output berfungsi untuk mengirimkan hasil yang telah diproses ke dunia luar. Contoh yang paling umum dari peralatan tersebut adalah printer. Beberapa unit, seperti display grafik, menyediakau fungsi output dan fungsi input. Peranar ganda unit tersebut merupakan alasan penggunaan istilah tunggal unit I/O dalam banyak hal.

 

 B. Kognisi Manusia

Setiap manusia memiliki kemampuan akal dan fikiran. Akal berfungsi dalam menerima dan memproses berbagai informasi yang diterima melalui alat-alat indra, kemudian disimpan dan dimunculkan kembali pada saat diperlukan. Dalam psikologi, fungsi ini dikenal dengan istilah kognisi. Manusia mendapat anugrah dari Tuhan berupa kemampuan mengenal, mengetahui, dan menangkap kembali berbagai hal yang telah diketahuinya.  Kognisi merupakan kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu.

Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.

Kognitif adalah proses-proses mental atau aktivitas pikiran dalam mencari, menemukan atau mengetahui dan memahami informasi. Intelegensi adalah suatu konsep yang satu kesatuan dari jumlah kemampuan atau kapasitas pikiran. Kemampuan kognitif diperoleh dari proses belajar yang merupakan perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan.

Kognisi manusia adalah parsial karena hanya bisa mencapai (realitas) yang diketahui , bukan yang tidak diketahui. Kognisi manusia membutuhkan kognisi lain yang iluminatif, yaitu kognisi yang memiliki konstansi aksioma-aksioma.

Kognisi dipahami sebagai proses mental karena suatu proses kognisi tidak dapat diamati secara langsung karena proses itu terjadi dalam pikiran yang bekerja begitu cepat. Oleh karena itu kognisi diukur melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk diimitasi.

Proses kognisi bisa dipengaruhi oleh konteks tugas. Orang cenderung melakukan sesuatu karena ada perintah dan tugas tertentu. emosi cenderung mempengaruhi proses kognisi karena hanya emosilah satu-satunya cara yang bisa mengalangi proses kognisi terjadi. Contohnya, saat seseorang mengalami stres, orang tersebut akan cenderung tidak berfikir.

Teori perkembangan kognitif secara kualitatif (Piaget 1920-1964)

  • Sensori motor(0-2 bulan), ditandai dengan adanya penggunaan  sensori motor dalam pengamatan dan pengindraan yang intesif terhadap dunia luar.
  • Praoperasional(2-7 bulan) ditandai adanya dua tahapan yakni preconceptual cara berpikir transduktif dan intuitif bersifat egosentris atau self centered.
  • Kontrit operasional(7-11/-12) yang merupakan tahapan yang ditandai proses berpikir rasional.
  • Formal operasional(11/12-14/15) ditandai dengan kemampuan untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika formal yang tidak terikat lagi oleh obyek-obyek yang bersipat konkrit.

 

Asesmen perkembangan kognitif

  • Perkembangan bahasa : reaksi merespon pertanyaan , reaksi menjawab pertanyaan, reaksi bertanya, kosa kata.
  • Perkembangan persepsi : membedakan bentuk, mengelompokkan subjek, mengenal urutan objek.
  • Perkembangan konsentrasi  : memberikan perhatian pada objek.
  • Perkembangan memori : mengingat kejadian hari ini, kejadian masa lalu.

 

Fungsi kognisi :

– Atensi dan kesadaran

Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention). Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi.

– Persepsi

Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi. Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.

– Ingatan

Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.

– Bahasa

Bahasa adalah menggunakan pemahaman terhadap kombinasi kata dengan tujuan untuk berkomunikasi. Adanya bahasa membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal-hal yang abstrak dan tidak diperoleh melalui penginderaan. Dalam mempelajari interaksi pemikiran manusia dan bahasa dikembangkanlah cabang ilmu psikolinguistik.

– Pemecahan masalah dan kreativitas

Pemecahan masalah adalah upaya untuk mengatasi hambatan yang menghalangi terselesaikannya suatu masalah atau tugas. Upaya ini melibatkan proses kreativitas yang menghasilkan suatu jalan penyelesaian masalah yang orisinil dan berguna.

 

Tingkatan kognisi manusia oleh Bloom :

  • Tingkat Pengetahuan (Knowledge Level)

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas (quality management), orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yg berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk, dsb.

  • Tingkat Pemahaman (Comprehension Level)

Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yg diuraikan dalam fish bone diagram, pareto chart, dsb.

  • Tingkat Aplikasi (Application Level)

Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram atau pareto chart.

  • Tingkat Analisis (Analythical Level)

Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya penolakan, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.

  • Tingkat Sintesa (Synthesis Level)

Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat penolakan di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

  • Tingkat Evaluasi (Evaluation Level)

Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yang sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb.

 

C. Hubungan arsitektur komputer dan kognisi manusia

Manusia menciptakan dan memanfaatkan komputer dalam berbagai bidang. Komputer digunakan manusia dalam hal sederhana seperti mengetik, mencari informasi, dan komunikasi. Sedangkan kegiatan lain seperti membuat program atau menciptakan sebuah robot dilakukan oleh seorang ahli dalam komputerisasi.

Hubungan arsitektur komputer dan kognisi manusia berkaitan dengan disiplin ilmu interaksi manusia dan komputer (human–computer interaction, HCI), yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia.

Interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.

Manusia cenderung akan mencari sebuah cara untuk mempermudah pekerjaan diri sendiri. Dengan adanya kognisi manusia dapat menciptakan komputer dalam membantu pekerjaan diri sendiri dan mengembangkannya sehingga lebih mudah digunakan oleh pengguna lainnya.

Media antarmuka manusia dan komputer

  • Media tekstual

bentuk sederhana dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik. Contoh media antarmuka manusia dan komputer berbentuk teks yang menggunakan bahasa pemrograman PASCAL adalah readln dan writeln.

  • Media GUI (Graphical User Interface)

bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif. Contoh media antarmuka manusia dan komputer yang berbentuk grafis menggunakan pemrograman visual (Visual Basic, Visual Foxpro, Delphi dan lain-lain).

 

 

Daftar pustaka

http://www.gunadarma.ac.id.

______. (2012). Arsitektur Komputer. http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer (diakses tanggal 4 oktober 2012).

______. (2010). Arsitektur komputer. http://expolusion.blogspot.com/2010/02/arsitektur-komputer.html (diakses tanggal 6 oktober 2012).

Fauzi, Ahmad. (2011). Arsitektur Komputer. http://ozygazebo.blogspot.com/2011/10/arsitektur-komputer.html (diakses tanggal 6 oktober 2012).

______. Arsitektur komputer. http://www.scribd.com/doc/16282031/Materi-Kuliah-Arsitektur-Komputer (diakses tanggal 6 oktober 2012).

______. Pengenalan arsitektur komputer.  http://adisupe.files.wordpress.com/2010/07/modul_1_-_pengenalan_ask.pdf (diakse tanggal 6 oktober 2012).

______. (2012). Kognisi. http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi (diakses tanggal 6 oktober 2012).

Hude, Darwis. (2006) Emosi: Penjelalajahan Religio Psikologis. http://books.google.co.id/books?id=8fMru43ehWYC&pg=PA108&lpg=PA108&dq=kognisi%2Bmanusia&source=bl&ots=Zdz0OzGIgk&sig=tt6vzZf4V6WcafA2-nO4sJZtI_g&hl=en&sa=X&ei=7ExwUOLyCYbirAfRi4H4Bg&ved=0CEoQ6AEwBg#v=onepage&q=kognisi%2Bmanusia&f=false (diakses tanggal 6oktober 2012).

Haniafi, Hasan. (2004). Islamologi 2. http://books.google.co.id/books?id=epup31kgXM8C&pg=PA315&lpg=PA315&dq=kognisi%2Bmanusia&source=bl&ots=qZryDTFfud&sig=DCXDLx60tqQdy8LUNbzdh4Dmt5o&hl=en&sa=X&ei=7ExwUOLyCYbirAfRi4H4Bg&ved=0CDAQ6AEwAQ#v=onepage&q=kognisi%2Bmanusia&f=false (diakses tanggal 6 oktober 2012).

______. Perkembangan Kognitif. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195707041981031-MUHDAR_MAHMUD/Power_Point/KOGNITIF.pdf (diakses tanggal 6 oktober 2012).

______. Taksonomi Bloom. http://awidyarso65.files.wordpress.com/2008/08/taksonomi-bloom.pdf (diakses tanggal 6 oktober 2012).

______. (2012). Interaksi manusia-komputer. http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia-komputer (diakses tanggal 6 oktober 2012).

______. (2010). Hubungan antara interaksi manusia dan komputer dengan film wall-e. http://jappar0.blogspot.com/2010/10/hubungan-antara-interaksi-manusia-dan.html (diakses tanggal 6 oktober 2012).

 

 

Sistem Informasi Psikologi

A. Informasi

Informasi adalah kumpulan data yang diperoleh dan memiliki arti bagi penerima dan dapat diolah sehingga data tersebut dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Data itu sendiri dapat berupa tulisan, perkataan dari orang lain, gambar, rekaman suara atau video dan sumber informasi lainnya. Informasi yang diperoleh penerima dapat digunakan dalam sisi positif ataupun negatif. Sisi positif seperti menambah wawasan, memberikan pertolongan serta menciptakan sesuatu. Sedangkan sisi negatif seperti mengancam atau mencelakai orang lain. Contoh bisnis informasi terjadi pada organisasi agen informasi yaitu contoh besarnya adalah CIA di bidang pertahanan. Sedangkan contoh kecilnya adalah siaran radio tentang harga cabe di pasar saat ini.

Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep.

Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.

Informasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas seseorang. Menurut Notoatmodjo (2008) bahwa semakin banyak informasi dapat memengaruhi atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan menimbulkan kesadaran yang akhirnya seseorang akan berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Informasi merupakan data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input – proses – output. Sedangkan data itu sendiri merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.

Informasi berawal dari sebuah bahasa. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama. Selain itu bahasa berbeda-beda disetiap belahan dunia sehingga dapat menghambat dalam penyebaran informasi.

Seiring berjaannya waktu penyebaran informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.

Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan dalam penyampaian  informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

Dalam beberapa hal pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa tertentu atau situasi yang telah dikumpulkan atau diterima melalui proses komunikasi, pengumpulan intelejen, ataupun didapatkan dari berita juga dinamakan informasi. Informasi yang berupa koleksi data dan fakta seringkali dinamakan informasi statistik. Dalam bidang ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses, atau ditransmisikan. Penelitian ini memfokuskan pada definisi informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi dan alirannya.

Data yang telah diberi makna melalui konteks juga merupakan informasi. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.

Dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, informasi dapat berupa data ataupun program-program komputer seperti pengolahan gambar dan pengolahan kata. Sehingga untuk menyimpan semua informasi dan perintah tersebut komputer dilengkapi dengan dua macam memori, yaitu RAM (Read Access Memory) dan ROM (Read Only Memory) yang memiliki tugas yang berbeda. Informasi ini dimasukkan melalui alat input seperti  keyboard, joystick, scanner, mause, dan microphone. Serta disampaikan melalui alat output seperti monitor, speaker, dan printer.

Definisi menurut beberapa ahli :

JONER HASUGIAN

Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media.

KENNETH C. LAUDON

Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.

ANTON M. MOELIONO

Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Informasi juga merupakan keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian analisis atau kesimpulan.

GORDON B. DAVIS

Informasi adalah data yang telah dirposes/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.

ROBERT G. MURDICK

Informasi terdiri atas data yang telah didapatkan, diolah/diproses, atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan penjelasan/penerangan, uraian, atau sebagai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuatan keputusan.

KUSRINI

Informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ni atau mendukung sumber informasi.

Mc LEOD

Infomasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.

FIRMANZAH

Informasi adalah data dan angka yang sudah diberi makna dan nilai.

JEREMY POPE

Informasi adalah kekuasaan. Semakin banyak orang memiliki informasi, pembagian kekuasaan akan semakin luas.

SUYANTO

Data berupa catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud dan segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan. Data yang telah diletakkan dalam konteks yang lebih berarti dan berguna yang dikomunikasikan kepada penerima untuk digunakan di dalam pembuatan keputusan  disebut informasi.

ANDRI KRISTANTO

Informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima.

JOGIYANTO

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

BURCH dan STRATER

Informasi adalah  pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.

GEORGE R. TERRY, PH. D.

Informasi adalah  data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.

Jadi secara umum informasi adalah sebuat data yang memberikan pengetahuan yang berguna, dapat diolah dan memberikan kekuasaan serta memiliki arti bagi penerima yang digunakan dalam pembuatan keputusan, baik sekarang atau dimasa yang akan datang.

Untuk memperoleh informasi yang berguna, tindakan yang pertama adalah mengumpulkan data, kemudian mengolahnya sehingga menjadi informasi. Dari data-data tersebut informasi yang didapatkan lebih terarah dan penting karena telah dilalui berbagai tahap dalam pengolahannya diantaranya yaitu pengumpulan data, data apa yang terkumpul dan menemukan informasi yang diperlukan.

George R. Terry, Ph. D. menjelaskan, berguna atau tidaknya informasi tergantung pada beberapa aspek, yaitu:

1. Tujuan si penerima.

Apabila informasi itu tujuannya untuk memberikan bantuan maka informasi itu harus membantu si penerima dalam usahanya untuk mendapatkannya.

2. Ketelitian penyampaian dan pengolahan data

penyampaian dan mengolah data, inti dan pentingnya info harus dipertahankan.

3. Waktu

Informasi yang disajikan harus sesuai dengan perkembangan informasi itu sendiri.

4. Ruang dan tempat

Informasi yang didapat harus tersedia dalam ruangan atau tempat yang tepat agar penggunaannya lebih terarah bagi si pemakai.

5. Bentuk

Dalam hubungannya bentuk informasi harus disadari oleh penggunaannya secara efektif, hubungan-hubungan yang diperlukan, kecenderungan-kecenderungan dan bidang-bidang yang memerlukan perhatian manajemen serta menekankan informasi tersebut ke situasi-situasi yang ada hubungannya.

6. Semantik

Agar informasi efektif informasi harus ada hubungannya antara kata-kata dan arti yang cukup jelas dan menghindari kemungkinan salah tafsir.

Jadi, agar informasi itu menjadi berguna harus disampaikan kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan dalam bentuk yang tepat pula. Tidak semua data merupakan informasi. Ada kantor-kantor yang menyimpan data-data atau catatan yang sebenarnya tidak ada gunanya. Sebaliknya informasi yang diperlukan dilengkapi dengan data.

Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :

  • Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
  • Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
  • Relevan, berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

Metode pengumpulan data / Informasi :

  1. Pengamatan langsung
  2. Wawancara
  3. Perkiraan koresponden
  4. Daftar pertanyaan

B. Sistem

Sistem merupakan suatu kumpulan dari bagian-bagian yang saling terhubung dan saling bergantung untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem gabungan dari elemen-elemen seperti objek, manusia, informasi dan sebagainya. Kita dapat menjumpai sebuah sistem pada suatu organisasi ataupun perangkat elektronik.

Sistem dapat diartikan sebagai kesatuan yang terbentuk dari beberapa unsur (elemen). Unsur, komponen atau bagian yang banyak ini satu sama lain berada dalam keterkaitan yang mengikat dan fungsional. Sistem, disamping dapat diterapkan pada hal yang bersifat “immaterial” atau suatu proses “immaterial”, juga dapat diterapkan pada hal yang bersifat material. Untuk yang bersifat “immaterial” penguraian atau penentuan “model”-nya lebih cenderung berfungsi sebagai alat analisis dan merupakan cara, tata, rencana, skema, prosedur atau metode. Sistem adalah suatu cara yang mekanismenya berpatron (berpola) dan konsisten, bahkan mekanismenya sering disebut otomatis.

Sistem adalah himpunan elemen elemen yang saling berhubungan, bergantung, berinteraksi dengan suatu tujuan. kata sistem berasal dari bahasa inggris yaitu System yang menurut kamus adalah :

A group of interacting, interrelated, or interdependent elements forming a complex whole. 2. A functionally related group of elements, especially:

  • The human body regarded as a functional physiological unit.
  • An organism as a whole, especially with regard to its vital processes or functions.
  • A group of physiologically or anatomically complementary organs or parts: the nervous system; the skeletal system.
  • A group of interacting mechanical or electrical components.
  • A network of structures and channels, as for communication, travel, or distribution.
  • A network of related computer software, hardware, and data transmission devices.

Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Contoh :

  1. Sistem Komputer terdiri dari Software, Hardware, dan Brainware
  2. Sistem Akuntansi

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Berikut ini beberapa pengertian sistem :

  • Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks.
  • Sistem merupakan kesatuan gagasan yang terorganisir dan saling terikat satu sama lain yang merupakan kumpulan dari objek atau fenomena yang disatukan bersama untuk tujuan klasifikasi atau analisis dengan adanya suatu kondisi harmonis dan interaksi yang teratur.
  • Sistem merupakan satu kesatuan (unity) yang kompleks yang dibentuk oleh bagian-bagian yang berbeda-beda (diserve) yang masing-masing terikat pada rencana yang sama atau berkontribusi untuk mencapai tujuan yang sama (Kamus Webster).
  • Sistem sebagai sekumpulan komponen yang salaing berinteraksi dan beroperasi di dalam suatu batasan. Pembatas akan nyaring setiap jenis dan tingkat dan masukan dan keluaran antara sistem dan lingkungannya (Hick , 1995 : 6).
  • Sistem merupakan sebagai gabungan dari elemen-elemen (objek, manusia, informasi dan sebagainya) yang saling dihubungkan oleh suatu proses atau struktur, dan berfungsi sebagai kesatuan organisatoris dalam usaha menghasilkan sesuatu. Ryans (1981:5).
  • Sistem didefenisikan sebagai suatu kumpulan dari obyek-obyek dan ide-ide yang saling berhubungan dengan diperintahkan untuk mencapai sasaran atau tujuan bersama (John Burch).
  • Sistem adalah suatu susunan elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk datu kesatuan yang berinteraksi (Murdick, Ross dan Claggett, 1984).
  • Sistem adalah kumpulan obyek-obyek yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu dalam lingkungan yang kompleks (Willian A. Shrode dan Dan voich Jr., 1974).
  • System adalah suatu keseluruhan yang terorganisir yang mana terdiri dari bagian- bagian yang saling berhubungan secara teratur dan kompleks. ( Noviardi, Edi. 1992. Dasar – Dasar Pendekatan Sistem Teori dan Aplikasi. Fakultas Ilmu Pendidikan. IKIP : Padang ).
  • Analisis Sistem adalah suatu penetapan ( determination ) secara selektif tentang apa yang perlu dilakukan agar supaya tujuan yang telah ditentukan tercapai. (Noviardi, Edi. 1992. Dasar–dasar Pendekatan Sistem Teori dan Aplikasi. Fakultas Ilmu Pendidikan. IKIP: Padang).
  • Dalam pendekatan ini, Jerry Fitz Gerald yang dikutip oleh Hartono mendefinisikan sistem sebagai berikut: “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu ” (1999:1).
  • Dalam pendekatan ini, sistem didefinisikan sebagai berikut: “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” (Hartono, 1999:2) Bumi Aksara : Jakarta ).
  • LUDWIG VON BARTALANFY. Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
  • ANATOL RAPOROT. Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
  • L. ACKOF. Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.
  • L. JAMES HAVERY. Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
  • JOHN Mc MANAMA. Menurutnya sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efesien.
  • C.W. CHURCHMAN. Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan sperangkat tujuan.
  • J.C. HINGGINS. Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
  • EDGAR F HUSE dan JAMES L. BOWDICT. Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan.
  • DAVID EASTON (1984:395). Teori sistem adalah suatu model yang menjelaskan hubungan tertentu antara sub-sub sistem dengan sistem sebagai suatu unit (yang bisa saja berupa suatu masyarakat, serikat buruh, organisasi pemerintah).
  • CARL D. FRIEDRICH. Dalam buku “man and his Government” mengemukakan definisi sistem, yaitu apabila beberapa bagian yang berlainan dan berbeda satu sama lain membentuk suatu kesatuan, melaksanakan hubungan fungsional yang tetap satu sama lain serta mewujudkan bagian-bagian itu saling tergantung satu sama lain. Sehingga kerusakan suatu bagian mengakibatkan kerusakan keseluruhan, maka hubungan yang demikian disebut sistem. (Sukarna, 1981:19).
  • MICHAEL RUSH dan PHILIP ALTHOFF. Menyatakan teori sistem sebagai gejala sosial yang merupakan bagian dari politik tingkah laku yang konsisten, internal dan reguler dan dapat dilihat serta dibedakan, karena itu kita bisa menyebutnya sebagai: sistem sosial, sistem politik dan sejumlah sub-sub sistem yang saling bergantung seperti ekonomi dan politik.

Ciri-ciri sistem (David Easton) :

  1. Sistem mempunyai batas yang didalamnya ada saling hubungan fungsional yang terutama dilandasi oleh beberapa bentuk komunikasi.
  2. Sistem terbagi kedalam sub-sub sistem yang satu sama lainnya saling melakukan pertukaran (seperti antara desa dengan pemerintah daerah atau antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat).
  3. Sistem bisa membuat kode, yaitu menerima informasi, mempelajari dan menerjemahkan masukan (input) kedalam beberapa jenis keluaran (output).

Esensinya sistem terdiri dari:

  1. Komponen-komponen dalam sistem tersebut, mencakup perangkat keras/hardware, perangkat lunak/software, prosedur-prosedur/procedure, perangkat manusia/brainware, dan informasi/information itu sendiri.
  2. Serta fungsi-fungsi teknologi di dalamnya yaitu input, proses/process, output, penyimpanan/storage dan komunikasi/communication.

Syarat-syarat sistem :

  1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
  2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
  3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
  4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
  5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.

 

Secara garis besar, sistem dapat dibagi 2 :

1. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ) :

Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan-tujuannya. Contoh :

–       Sistem transportasi, elemen : petugas,mesin, organisasi yang menjalankan transportasi.

–       Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersamasama untuk menjalankan pengolahan data.

2. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM) :

Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemen-elemennya. Contohnya, sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Elemen sistem

Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :

1.  Tujuan

Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.

2. Masukan

Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).

3. Proses

Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.

4. Keluaran

Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

5. Batas

Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.

6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik

Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

7. Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.

 

Karakteristik sistem

1. Organisasi

Mencakup struktur dan fungsi organisasi. Organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya fungsi dari setiap bagian maupun sub bagian. Contoh :

–     Fungsi direktur utama.

Bertanggung jawab penuh terhadap mati atau hidupnya perusahaan yang dipimpinnya.

–     Fungsi departemen marketing.

Bertanggung jawab penuh atas kelancaran pembuatan produk dengan jalan mencari langganan pembeli.

–     Fungsi departemen keuangan dan administrasi.

Bertanggung jawab atas kelancaran pengeluaran keuangan perusahaan.

2. Interaksi

Saling keterhubungan antara bagian yang satu dengan lainnya. Contoh :

–     SA dengan P dengan DE dan sebaliknya.

–     SA : Sistem Analis, P : Programmer, DE : Data entry.

3. Interdependensi.

Bagian yang satu mempunyai ketergantungan dengan bagian yang lainnya. Contohnya, bagian marketing saling bergantung dengan bagian produksi dan bagian keuangan dan administrasi dalam hal penagihan pada customer.

4. Integritas.

Suatu keterpaduan antara subsistem-subsistem untuk mencapai tujuan. Contohnya, bagian marketing mendapat pesanan 100 buah mobil tapi hanya mampu menyediakan 50 unit. Untuk menangani masalah ini diadakan kerjasama dengan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang yang sama.

5. Main objection ( tujuan utama ).

Pemusatan tujuan yang sama dari masing-masing subsistem. Contoh : suatu perusahaan memerlukan pemusatan tujuan.

C. Psikologi

Psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia dan binatang, serta penerapannya pada masalah manusia (Morgan dalam Riyanti, 1996).

Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

Psikologi adalah ilmu tentang perilaku manusia dan binatang, serta penerapannya pada permasalahan manusia (Morgan dalam Riyanti). Telah dikatakan bahwa psikologi adalah suatu ilmu. Suatu ilmu adalah suatu tubuh pengetahuan yang sistematis diperoleh dengan mengobservasi dan mengukur kejadian-kejadian secara hati-hati. Inti dari metode spikologi adalah eksperimen dan observasi. Data yang diperoleh dari eksperimen dan observasi diorganisir dalam beberapa cara. Salah satunya adalah teori-teori ilmiah yang merupakan alat penting untuk mengorganisir fakta-fakta yang diobservasi. Selain itu, bagian penting lain dari kebanyakan ilmu (termasuk psikologi) adalah pengukuran. Pengukuran merupakan penempatan nomor-nomor ke objek atau kejadian menurut hukum-hukum tertentu.

Selain itu psikologi merupakan salah satu cabang pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku manusia dan binatang disamping cabang ilmu lain seperti antropologi atau ilmu ekonomi.

Beberapa pengertian psikologi :

  1. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas. Karena luasnya objek yang dipelajari psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :

  1. Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
  2. Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan.
  3. Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
  4. Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi.
  5. Psikologi Klinis, ilmu  yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.

Tiga fungsi psikologi sebagai ilmu yaitu:

  • Menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat deskriptif
  • Memprediksikan, Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi atau estimasi
  • Pengendalian, Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya preventif atau pencegahan, intervensi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.

Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Bahkan sebelum Wundt mendeklarasikan laboratoriumnya tahun 1879, yang dipandang sebagai kelahiran psikologi sebagai ilmu. pandangan tentang manusia dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi sebenarnya telah dikenal sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala – gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap – tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.

Metode dalam psikologi :

1. Metode eksperimen

Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang – orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif.

Ide dasar dibalik metode eksperimen adlah metode yang terus terang. Metode eksperimen mempunyai rumusan suatu hipotesa yang dapat diuji, yang artinya meneliti kejadian-kejadian yang dapat diamati. Seorang eksperimenter melakukan metode eksperimen :

–          Mengubah atau memvariasi kejadian-kejadian yang dihipotesakan mempunyai suatu efek.

–          Mempertahankan kondisi yang konstan

–          Melihat efek dari perubahan atau variasi perubahan dalam sistem yang diamati.

2. Observasi yang sistematis atau ilmiah

Metode ini merupakan alternatif dari metode eksperimen. Pendekatan ini sama dengan metode eksperimen dalam hal variable-variable yang diukur, yang membedakannya adalah peneliti tidak dengan sengaja memanipulasi variabel bebas. Dengan metode ini, peneliti membuat studi yang paling tepat dan sistematis dari perilaku yang terjadi secara alamiah.

Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.

3. Metode klinis

Metode ini biasanya digunakan hanya jika orang datang ke ahli psikologi dengan masalah pribadi. Tetapi tidak semua masalah klinis membutuhkan penelitian yang teliti. Biasanya ahli psikologi klinis mulai dengan mendapatkan sejumlah sejarah seseorang secara detail yang didapatkan melalui wawancara individu yang dituju dan orang-orang terdekat dari individu.

Disini metode klinis dipandang sebagai suatu alat dalam ilmu. Sebagai suatu metode, metode ini mengkombinasi ciri-ciri dari observasi klinis, ekspermen, dan observasi sistematis.

4. Sejarah kehidupan (metode biografi)

Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaa, sikap – sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan. Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif.

5. Wawancara

Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket yaitu:

–          Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas

–          Interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)

–          Terdapat interaksi langsung berupa face to facesehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.

6. Angket

Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki.

7. Pemeriksaan psikologis

Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu.

8. Metode analisis karya

Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar – gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang.

9. Metode statistik

Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat.

D. Sistem informasi psikologi

Jika seseorang mendengan kata sistem informasi, kebanyakan orang akan membayangkan sebuah komputer serta perangkat-perangkat lainnya. Sistem informasi itu sendiri adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sedangkan sistem informasi psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari psikologi dan hubungannya dengan penggunaan komputer dan pengaplikasiannya dalam bidang psikologi. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan psikologi telah dihubungkan dengan bidang sistem informasi seperti penggunaan komputer dalam pengerjaan alat-lat tesnya. Di Unversitas Gunadarma telah menggunakan sistem ini pada praktikum faal di laboratorium psikologi. Hal ini mengembangkan bidang ilmu juga memudahkan bagi asisten laboratorium dan dalam pembelajaran bagi mahasiswa itu sendiri.

Menurut Bunrch dan Grudnistki (dalam Fatta, 2007) sistem informasi yang terdiiri dari komponen-komponen seperti perangkat keras, perangkat lunak, database, telekomunikasi, dan manusia, disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block) blok model (model block), blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block) dan blok kendali (control block). Sebagai suatu sistem blok-blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasaranya.

Beberapa pengertin sistem informasi :

Menurut Robert A. Leitch  sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Menurut John F. Nash (dalam Sudayat) sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Menurut John F. Nash dan Martil B. Robert (dalam Sudayat) sistem Informasi adalah kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal.

Menurut Henry Lucas (dalam Sudayat) sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.

Tujuan Sistem Informasi :

  1. Menyediakan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen
  2. Membantu petugas didalam melaksanakan operasi perusahaan dari hari ke hari
  3. Menyediakan informasi yang layak untuk pemakai pihak luar perusahaan.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1. Komponen input

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Komponen model

Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output

Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.

4. Komponen teknologi

Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.

5. Komponen hardware

Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi. Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.

6. Komponen software

Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.

7. Komponen basis data

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).

8. Komponen kontrol

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

ELEMEN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi terdiri dari elemen-elemen yang terdiri dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.

1. Orang

Orang atau personil yang di maksudkan yaitu operator komputer, analis sistem, programmer, personil data entry, dan manajer sistem informasi/EDP.

2. Prosedur

Prosedur merupakan elemen fisik. Hal ini di sebabkan karena prosedur disediakan dalam bentuk fisik seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang dibutuhkan, yaitu instruksi untuk pemakai, instruksi untuk penyiapan masukan, instruksi pengoperasian untuk karyawan pusat komputer.

3. Perangkat keras

Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas komputer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran.

4. Perangkat lunak

Perangkat lunak dapat dibagi dalam 3 jenis utama :

  1. Sistem perangkat lunak umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data yang memungkinkan pengoperasian sistem komputer.
  2. Aplikasi perangkat lunak umum, seperti model analisis dan keputusan.
  3. Aplikasi perangkat lunak yang terdiri atas program yang secara spesifik dibuat untuk setiap aplikasi.

5. Basis data

File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya. File juga meliputi keluaran tercetak dan catatan lain diatas kertas, mikro film, dan lain sebagainya.

6. Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau  tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data.

7. Komunikasi data

Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital. Komunikasi data merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.

Daftar pustaka

Artini, Sri, dkk. (2006). Terampil dan aktif berkomputer. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Juniardi, Riza. (2011). Sedikit tentang sejarah informasi.  http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/03/16/sedikit-tentang-sejarah-informasi/ (diakses tanggal 25 september 2012).

Rahmat. Pengertian informasi. http://blog.re.or.id/pengertian-informasi.htm (diakses tanggal 25 september 2012).

Rahmat. (2011). Pengertian informasi 2. http://blog.re.or.id/definisi-informasi-2.htm (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. Pengertian dan definisi informasi menurut para ahli. http://carapedia.com/pengertian_definisi_informasi_menurut_para_ahli_info504.html (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. Sebenarnya, apa arti dari Informasi itu ?!. http://willis.comze.com/pengertian_informasi.html (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. (2007). Informasi. http://sisteminformasi.wordpress.com/2007/01/19/hello-world/ (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. (2012). Informasi. http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi (diakses tanggal 27 september 2012).

_______. Glossory Sistem, Pendekatan Sistem. http://van88.wordpress.com/tag/teori-sistem/ (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. Pengertian sistem – definisi sistem. http://kisaranku.blogspot.com/2010/10/pengertian-sistem-lengkap.html (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. Sistem. http://sisteminformasi.wordpress.com/2007/01/19/sistem/ (diakses tanggal 25 september 2012).

_______. Pengertian sistem dan analisis sistemhttp://febriani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5612/Pengertian+Sistem+%26+Analisis+Sistem.pdf (diakses tanggal 27 september 2012).

_______. (2010). Pengertian sistem. http://liavietri.blogspot.com/2010/02/pengertian-sistem.html(diakses tanggal 25 september 2012).

_______. (2012). Sistem. http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem (diakses tanggal 25 september 2012).

Nurohman, Taufik. (2011). Teori sistem David Easton. http://taufiknurohman25.blogspot.com/2011/04/teori-sistem-david-easton.html (diakses tanggal 25 september 2012).

Admin. (2011). Pengertian Psikologi menurut beberapa ahli. http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/ (diakses tanggal 27 september 2012).

Riyanti, B. P Dwi, Hendro Prabowo, dan Ira Puspitawati. (1996). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.

_______. (2012). Psikologi. http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi (diakses tanggal 27 september 2012).

_______. (2009). Pengertian ilmu psikologi. http://www.psikologizone.com/pengertian-ilmu-psikologi/0651110 (diakses tanggal 27 september 2012).

Sudayat, Ridwan Iskandar. (2009). http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/52-pengertian-sistem-informasi.pdf (diakses tanggal 25 september 2012).

Megaline, Ferdinand; Billy N. Mahamudu; dan Edwin Ho. Sistem informasi. http://apr1l-si.comuf.com/SI.pdf (diakses tanggal 25 september 2012).

Irene. (2011). Sistem informasi psikologi. http://irene-blogqw.blogspot.com/2011/04/sistem-informasi-psikologi.html  (diakses tanggal 29 september 2012).

Fatta, Hanif Al. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi. http://books.google.co.id/books?id=oHi8C1W4N7wC&printsec=frontcover&source=gbs_ge_summary_r&cad=0#v=snippet&q=sistem%20informasi&f=false (diakses tanggal 25 september 2012).